UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Juara 2 di ajang National Legal Opinion Competition yang merupakan rangkaian dari ALSA Juridische Week 2025. Penyelenggara kompetisi ini adalah ALSA Fakultas Hukum Universitas Udayana, yang berlangsung secara online pada Oktober-November 2025.
Delegasi FH UNAIR yang terdiri dari Daniel Gerald Christopher Sinuraya, Jordan Rafael Provito Timothy, dan Nadia Jovita bersaing dalam penyusunan Legal Opinion berdasarkan kasus isu tema nasional, yakni “Peran Hukum dalam Perlindungan Lingkungan dan Pemanfaatan Teknologi di Era Digital.”
Menyusun Argumen Hukum yang Komprehensif
Dalam kompetisi ini, peserta harus menganalisis kasus dan menyusun pendapat hukum secara profesional. Daniel menjelaskan bahwa persiapannya bermula dengan pemetaan isu hukum, telah sumber hukum, hingga pembagian peran masing-masing anggota sesuai keahliannya.
“Kami membangun pemahaman bersama terkait isu, kemudian menyusun analisis secara terstruktur. Komunikasi terbuka menjadi kunci agar setiap gagasan dapat diuji dan dikembangkan bersama,” ujar Daniel.
Tantangan dan Motivasi hingga Masuk Tiga Besar
Rafael menambahkan bahwa tantangan yang mereka hadapi adalah menelaah permasalahan dan menganalisisnya dengan penafsiran hukum yang kompleks. Selain itu, tekanan dalam mempersiapkan argumentasi yang kuat dan terukur juga menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Saya berusaha tetap fokus pada isu inti dan memverifikasi ulang setiap dasar hukum. Diskusi intens bersama tim sangat membantu memastikan analisis kami tetap relevan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Rafael.
Lebih lanjut, Rafael menegaskan bahwa dari awal kompetisi, timnya sudah menargetkan Top 3 Podium sebagai bentuk tantangan terhadap diri sendiri. “Keyakinan kami tidak muncul karena merasa lebih unggul, tetapi karena percaya pada proses dan kerja keras yang kami jalani. Fokus kami adalah kualitas, bukan membandingkan diri dengan peserta lainnya,” tegas Rafael.
Pesan dan Kunci Keberhasilan Tim
Hal terpenting yang harus mendapat perhatian dalam kompetisi ini adalah memahami isu secara menyeluruh dan memahami argumentasi hukum dengan tepat. Tidak hanya itu, Jovita juga menambahkan bahwa etika, dan ketenangan selama berkompetisi menjadi kunci utama keberhasilan.
Sebagai penutup, Jovita mengajak mahasiswa UNAIR untuk tetap berani mencoba hal baru. Menurutnya, sesuatu yang berani kita coba akan menghasilkan pelajaran baru dalam kehidupan. “Memulai sesuatu yang baru memang menakutkan, tetapi itu tanda bahwa kita sedang bertumbuh. Kita tidak perlu sempurna untuk memulai, yang penting berani mencoba. Setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil, entah itu prestasi atau pembelajaran yang membuat kita lebih kuat,” pungkas Jovita.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





