Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIKKIA Belajar Ilmu Veteriner Kepolisian Bersama RSHP Polri

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Melakukan XRay (Foto: Istimewa)
Mahasiswa FIKKIA UNAIR Melakukan XRay (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Hewan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi menjalani pengalaman magang penuh pembelajaran di Rumah Sakit Hewan Polri Presisi, Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian kepesertaan dua program magang. Baik magang mandiri dari Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) FIKKIA UNAIR dan Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI). Kegiatan magang berlangsung selama dua pekan mulai Senin (30/6/2025) hingga Minggu (13/7/2025).

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Berfoto Bersama Tim RSH Polri Presisi (Foto: Istimewa)

Peserta berasal dari angkatan 2023 dan 2024. Mereka adalah Amalia Sofi Ramadanti dan Faradisa Ilmi Shabrina dari angkatan 2023. Angkatan 2024 terdiri dari Nafisa Nur Hanifa, Nashwa Mawla Audyia, Angelica Zahwa Atiqoh, Avicenna Sai Nugraha, Edrinnov Farras, Fera Ferina Putri, dan Zabrina Zulkarnaen. Seluruh peserta terbagi dalam tim kerja yang langsung terlibat dalam aktivitas harian RSH Polri yang menangani berbagai jenis hewan. 

Tindakan Medis Hewan Domestik Maupun Kepolisian

Peserta magang, Amalia Sofi Ramadanti mengatakan mendapatkan pengalaman sangat beragam dan aplikatif. Di bagian perawatan kuda, mahasiswa belajar melakukan tindakan klinis seperti injeksi intravena, intramuskular, pengobatan luka, dan pengamatan proses X-ray. Mahasiswa juga ikut melaksanakan medical check-up harian, mulai dari pemberian vitamin, pencatatan suhu tubuh dan berat badan, hingga pelaporan kondisi harian secara terstruktur pada unit K9.

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Memeriksa Anjing K9  (Foto: Istimewa)

“Untuk hewan rawat inap kita telah mendapatkan panduan dan tatacara cara merawatnya. Selain itu kita juga melakukan pendataan obat masuk dan keluar,” katanya.

Rawat Kucing “Bobo”

Bagi Lia, salah satu pengalaman paling berkesan adalah mendapatkan tanggung jawab langsung merawat seekor kucing pasien rawat inap bernama Bobo. Setiap hari mereka harus mengganti perban sebanyak dua kali dan  melakukan terapi laser di pagi hari untuk penyembuhan luka kaki. Saat sore hari, mereka harus memberikan nebulizer guna meredakan batuk dan pilek. 

“Selain itu, yang berkesan adalah dapat melakukan atau belajar injeksi pada kuda dengan tetap mendapatkan pengawasan dokter hewan,” ungkapnya.

Magang tersebut menjadi pengalaman lapangan yang komprehensif bagi mahasiswa. Terutama dapat menyentuh tiga bidang praktik sekaligus yaitu kedokteran kuda, pelayanan K9, dan perawatan hewan domestik di klinik. Ketiga ranah tersebut sangat penting untuk memperluas wawasan keprofesian dan membuka gambaran tentang potensi karir ke depan. Baik di institusi seperti kepolisian, praktik klinik, sektor swasta, maupun komunitas.

“Kita bisa menambah ilmu baru dan bisa menjadi acuan semisal kerja dibidang kepolisian, bidang kuda ataupun klinik hewan karena disana paket komplit,” jelas Lia.

Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Ragil Kukuh Imanto