UNAIR NEWS – Delapan mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi turut serta sukseskan Tour de Banyuwangi Ijen 2025. Mereka berada dalam barisan tim medis yang senantiasa siap siaga selama pertandingan berlangsung. Kompetisi sepeda berstatus UCI Asia Tour kategori 2.2 itu terselenggara pada Senin (28/7/2025) sampai Kamis (31/7/2025). Rute terdiri dari empat etape utama. Etape 1dari Pesanggaran ke Banyuwangi. Etape 2 dari Alas Purwo menuju Banyuwangi. RTH Glenmore menjadi tempat start pada etape 3 dengan garis akhir berada di Banyuwangi. Sedangkan etape 4 dimulai di Maron Genteng dengan rute menanjak menuju Paltuding Ijen.

Kolaborasi Bersama Tim Medis Tour de Banyuwangi Ijen
Mahasiswa Kedokteran FIKKIA, Daffa Febriean Rovalino mengatakan mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan tim medis Tour de Banyuwangi Ijen 2025 meski masih berstatus sebagai mahasiswa preklinik. Meskipun belum bisa menangani kasus khusus, mereka mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Mereka berkolaborasi dengan tim mini hospital, ambulance race, dan doctor race.
“Kami membantu dalam pendokumentasian dan menulis laporan untuk rekam medis. Terutama apabila riders terjatuh, mau itu di mini hospital, doctor race, atau ambulance race.
Mereka juga meneruskan dan melaporkan data tersebut kepada dinas maupun tim terkait. Pengalaman itu jadi salah satu kesan mendalam mahasiswa Kedokteran FIKKIA UNAIR untuk dapat mempraktikan ilmu travel medicine dari perkuliahan. Membuktikan bidang tersebut sangat linear dengan kebutuhan kesehatan masyarakat yang luas. Mereka juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan Bupati Banyuwangi maupun atlet sepeda nasional maupun internasional yang bertanding.

“Dapat berfoto dan berbincang-bincang mengenai tips agar kuat dalam bersepeda dengan jarak ratusan kilometer dengan para riders dari dalam negeri dan luar negeri,” katanya.
Terjun langsung membuat mereka dengan mudah menganalisis kemungkinan faktor risiko dan masalah yang mungkin timbul selama pertandingan. Dari situ mereka dapat mencari tahu lebih lanjut terkait langkah preventif dan penanganan yang sesuai untuk menjadi rekomendasi penyelenggaraan kedepannya.
Daffa bersama mahasiswa Kedokteran FIKKIA UNAIR juga berharap dapat terus bekerja sama dalam aspek kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi untuk menyukseskan berbagai event menarik. Sehingga dapat menjadi wadah praktikum langsung bagi ilmu travel medicine.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Ragil Kukuh Imanto





