UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Kali ini, capaian membanggakan tersebut diraih oleh Sheema Hunafa Qudsi yang menjadi delegasi dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM). Konferensi internasional tersebut terselenggara pada Senin (2/3/2026) di tiga negara ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.
ICSM merupakan konferensi internasional yang mempertemukan santri-santri terbaik dari seluruh Indonesia untuk berkompetisi sekaligus berkolaborasi dalam satu forum global. Mengusung tema Kolaborasi Santri dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Global, kegiatan ini bertujuan memperkuat kontribusi generasi muda muslim dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat internasional.
Gagasan Ekonomi Global
Selama rangkaian kegiatan, Sheema mengikuti berbagai agenda akademik. Seperti pemaparan paper ilmiah, diskusi panel, hingga debat akademik lintas tim. Dalam kompetisi tersebut, Sheema bersama timnya berhasil meraih penghargaan Top I Best Group setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat. Capaian tersebut menempatkan timnya unggul di antara peserta dari berbagai universitas dan lembaga pendidikan di Indonesia.
Pada ajang konferensi tersebut, Sheema dan timnya mengangkat gagasan tentang pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif. Mereka menekankan perlunya sinergi antara akademisi, pelaku industri, regulator, dan generasi muda santri. Dengan tujuan untuk menciptakan inovasi berbasis riset yang mampu menjawab kebutuhan pasar global.
“Ekonomi syariah tidak bisa berkembang secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas negara agar tercipta sistem yang terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pembiayaan. Peran generasi muda, khususnya santri, sangat penting sebagai agen perubahan yang membawa nilai integritas dan inovasi,” jelas Sheema.
Generasi Unggul Mendunia
Ia juga menambahkan bahwa penguatan literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. “Kami percaya, ketika riset, teknologi, dan nilai-nilai keislaman berjalan beriringan, maka ekonomi syariah Indonesia dapat menjadi motor penggerak di tingkat internasional,” ujarnya.
Selain itu, digitalisasi juga menjadi sorotan utama. Pemanfaatan teknologi finansial (fintech) syariah, platform halal marketplace, serta integrasi data sertifikasi halal sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Dengan pendekatan tersebut, ekonomi syariah tidak hanya berkembang sebagai identitas religius. Tetapi juga sebagai solusi ekonomi modern yang kompetitif di tingkat global.
“Merupakan suatu kebanggaan untuk bisa mewakili UNAIR dalam ajang internasional ini. Melalui kegiatan ini, saya belajar banyak tentang bagaimana kolaborasi lintas budaya bisa memperkuat semangat keislaman dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat global,” pungkasnya
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





