UNAIR NEWS – Kesehatan ternak menjadi kunci penting produktivitas maksimal ternak. Kontribusi Ksatria Airlangga menjadi aksi nyata lewat Pengabdian Masyarakat melalui Divisi Swine and Ruminant Care Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR Banyuwangi. Mereka menyelenggarakan penyuluhan dan pelayanan kesehatan ternak di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi pada Jumat (8/12/2023) hingga Minggu (10/12/2023).
Pemberian Vitamin Ternak Hingga Sosialisasi Pangan Ternak
Ketua Pelaksana Pengmas SRC Cicik Lestari melihat keterbatasan akses yang sulit menuju wilayah tersebut menjadi hambatan pelayanan kesehatan ternak secara rutin. Peternak merasa bantuan kesehatan ternak hanya gencar pada upaya vaksinasi wajib. Karena itu, mahasiswa kedokteran hewan FIKKIA menginisiasi peningkatan kesehatan berupa pemberian injeksi vitamin ternak warga setempat.
“Untuk masalah kesehatan vitamin masih belum terjangkau semuanya menjadikan hal itu tujuan pengmas kami,” ujarnya.
Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Angkatan 2021 tersebut mengatakan mereka menyebar peserta untuk memberikan terapi injeksi vitamin dan obat oral dengan pendampingan dokter hewan lapangan. Kolaborasi dalam kontribusi dari produsen seperti medion dan sanbe menjadi bentuk sinergi industri farmasi dan civitas akademika UNAIR.
“Kegiatan intinya, pemberian terapi injeksi berupa vitamin dan beberapa obat oral yang juga kita dapatkan dari banyak pihak termasuk dinas terkait, medion, dan sanbe,” kata Cici.
Bukan hanya masyarakat yang mendapatkan dampak dari pengabdian masyarakat tersebut. Mahasiswa juga melakukan malam keakraban dan studi kasus dalam penyelesaian kasus di tengah masyarakat. Selain itu, terdapat sosialisasi pakan tambahan dari produk kewirausahaan mahasiswa FIKKIA yaitu imunfeed dan massimax.

Keterlibatan 71 Mahasiswa
Terdapat 71 mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan tridharma di bidang pengabdian masyarakat itu yang terdiri atas 29 orang panitia dan 42 orang Panitia. Peserta
terbagi menjadi enam kelompok yang disebar dalam tiga titik berbeda. Titik tersebut berada di Lingkungan Baung, Dusun Senepo Lor, dan Dusun Sumbermanggis.
“Peserta terbagi menjadi enam kelompok agar kegiatan pengabdian masyarakat dampaknya lebih merata di desa tersebut,” tuturnya.
Pengalaman baru tentu mahasiswa dapatkan terutama bagi mahasiswa semester I yang menjadi mayoritas peserta. Menjadi pemantik ketertarikan dan pengenalan tantangan profesi dokter hewan dalam dunia veteriner ternak besar.
“Kita selaku panitia juga bisa merasakan dan membuka mata kepada daerah yang sangat jauh tetapi masih banyak membutuhkan akses kesehatan hewan ternak,” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Feri Fenoria





