UNAIR NEWS – “Budaya itu, telah membuat manusia beradab dan berteknologi,”. Itulah pernyataan tegas yang dilontarkan oleh budayawan kondang, Sujiwo Tejo dihadapan ratusan mahasiswa Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga pada Sabtu (25/11).
Pada acara yang mengusung tema “Himafi Inspiration Talk Show” itu, budayawan yang juga pendiri Republik Jancukres mencoba membuka dan memberikan wawasan lain mengenai sains kepada mahasiswa Fisika. Budayawan yang akrab disapa Mbah Tejo itu kembali menegaskan bahwa budaya itulah yang membedakan manusia dengan hewan. Baginya, naluri yang ada pada manusia menjadikan manusia itu berseni.
“Bagaimana seni dan sains adalah satu dan yang menyatukan mereka adalah sebuah bahasa universal yang bernama matematika,” ungkapnya.
Perihal acara yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) UNAIR dengan menggandeng budayawan itu, Dicky Bagus Prasetyo selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa pihaknya ingin menyajikan seminar yang berbeda dari biasanya. Baginya, keterlibatan budayawan dalam seminar itu untuk memberikan wawasan baru serta melihat sains dari kacamata yang berbeda.
“Kami memang ingin membuat acara seminar fisika kali ini berbeda dari pakem yang ada. Kami ingin melihat sains dari kacamata seni,” tuturnya.
Dicky juga menambahkan, meski tamu yang dihadirkan berbeda, ia juga menegaskan bahwa Mbah Tejo merupakan jebolan Matematika dan Teknik Sipil ITB. Oleh karena itu, Dicky sangat takjub saat mampu melihat cara Mbah Tejo menyuarakan karya-karya seni yang kental dengan suasana ilmiah. Selain itu, Mbah Tejo juga membawakan materi melalui orasi, puisi, menyanyi, dan bahkan seperti dalang.
“Ini semua tergambar dari cerita dan cara Mbah Tejo dalam mengubah lagu, mendapatkan inspirasi untuk esai serta buku, dan tentu juga mendalang.
Acara yang dikemas satu paket dengan kegiatan tahunan “Kuis Fisika dan Seminar Nasional Fisika” itu, dipandu langsung oleh moderator Ki Puji Karyanto M.Hum., yang merupakan Wakil Dekan I FIB UNAIR .
Penulis: Febdian Rusydi, Ph.D (Kepala Theoretical Physics Research Group Departemen Fisika UNAIR)
Editor : Nuri Hermawan





