Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FK UNAIR Pelajari Teknologi Robotik Bedah di Italia

Rizal Rachbini Mahlevi pelajari teknologi bedah robotik pada Departemen Urologi di Ospedale Borgo Trento, Verona, Italia. (Foto : istimewa).
Rizal Rachbini Mahlevi pelajari teknologi bedah robotik pada Departemen Urologi di Ospedale Borgo Trento, Verona, Italia. (Foto : istimewa).

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Rizal Rachbini Mahlevi, mendapat kesempatan mendalami teknologi bedah robotik pada Departemen Urologi di Ospedale Borgo Trento, Verona, Italia. Kegiatan tersebut berlangsung pada (27 – 31/7/2026) dan menjadi bagian dari program student outbound KKN Penyetaraan melalui Università degli Studi di Verona.

Kegiatan ini berfokus mempelajari prosedur Robot Assisted Nephrectomy menggunakan sistem robotik Da Vinci Xi. Melalui kegiatan tersebut, Rizal memperoleh pengalaman mengamati penerapan teknologi minimally invasive surgery dalam prosedur urologi, termasuk pada transplantasi ginjal.

Rizal menjelaskan mengenai ketertarikannya terhadap bidang urologi menjadi salah satu alasan untuk mendalami teknologi robotik dalam pembedahan. Pendekatan minimally invasive memiliki potensi mempercepat pemulihan pasien. 

“Seiring dengan perkembangan teknologi, prosedur pembedahan akan semakin mengarah pada pendekatan yang lebih aman dan minimal invasif. Hal ini memberikan manfaat bagi pasien maupun dokter, seperti mengurangi trauma pembedahan dan mempercepat proses pemulihan,” jelasnya.

Selama kegiatan, Rizal mengikuti visit pasien untuk mengamati asesmen, manajemen pasien pasca operasi, dan mendalami Robot Assisted Surgery pada transplantasi ginjal. Ia juga berkesempatan mempelajari mapping laparoscopy, prosedur Robot Assisted Nephrectomy, serta penggunaan indocyanine green untuk menilai perfusi jaringan ginjal pasca transplantasi.

Menurutnya, perbedaan yang terlihat selama pembelajaran urologi di Italia adalah pemanfaatan teknologi robotik yang lebih luas. Kondisi ini membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga medis untuk mengembangkan kompetensi dalam teknologi pembedahan modern.

Ia berharap akses teknologi pembedahan modern di Indonesia dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak pasien.

 “Saya berharap perkembangan bedah minimal invasif di Indonesia dapat dikembangkan lagi, baik melalui peningkatan kompetensi tenaga medis maupun perluasan akses terhadap teknologi pembedahan modern,” ungkapnya.

Di akhir, Rizal berpesan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa agar tidak berhenti belajar sesuai sistem yang telah ditentukan. “Pertahankan rasa ingin tahu, berani bertanya, berdiskusi, dan mencari pengalaman baru. Manfaatkan kesempatan untuk membangun relasi dan memperluas wawasan sebanyak mungkin,” pungkasnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia