Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FK Unair Tunjukkan Kekuatan Debat, Menang Juara 1 ALGESIA 2025

Octavia Lianny Putri Gode dan Agnes Florecita saat meraih juara 1 kompetisi debat ALGESIA 2025. (Foto: Istimewa)
Octavia Lianny Putri Gode dan Agnes Florecita saat meraih juara 1 kompetisi debat ALGESIA 2025. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNIAR). Tim yang tersiri dari Octavia Lianny Putri Gode dan Agnes Florecita, berhasil meraih Juara 1 dalam Kompetisi Debat ALGESIA 2025. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari National Action Event (NAE) AMSA-Indonesia 2025, yang diselenggarakan oleh AMSA-Unair. Kompetisi ini berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada tanggal (30/11/2025).

ALGESIA 2025 mengusung tema besar “A Leap into Genetic & Molecular Exploration of Rare Diseases“, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menggali lebih dalam mengenai perkembangan terbaru dalam bidang genetik dan molekuler, terutama terkait dengan penyakit langka. Tema ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa kedokteran untuk berdebat dan mendiskusikan solusi terhadap tantangan medis yang muncul akibat penyakit langka dan teknologi inovatif dalam bidang kedokteran.

Perjalanan Menuju Juara 1

Octavia Lianny Putri Gode sebenarnya sudah pernah mengikuti lomba debat ini tahun lalu, namun belum berhasil meraih kemenangan. “Tahun lalu sebenarnya aku sudah sempat ikut, tapi belum berhasil menang. Jadi, pas tahun ini registrasi dibuka lagi, aku memutuskan untuk mencoba lagi dan mengajak temanku, Agnes Florecita, untuk menjadi partner lomba karena dia juga tertarik untuk ikut debat,” ujar Lianny.

Meskipun Agnes baru pertama kali mengikuti lomba debat, dia siap menghadapi tantangan besar. “Aku jujur sudah lupa bagaimana cara debat dan hanya pernah ikut sekali, sedangkan Agnes baru pertama kali ikut debat. Jadi, banyak banget yang harus kita pelajari dan latih dalam waktu sekitar satu bulan ini,” tambah Lianny.

Dengan waktu persiapan yang terbatas hanya sekitar satu bulan, Lianny dan Agnes menghadapi tantangan besar. Mereka harus mempelajari topik yang sangat kompleks, sementara di sisi lain, mereka juga harus menyeimbangkan latihan dengan jadwal ujian kuliah yang padat. “Struggle-nya itu karena waktu persiapan yang sangat terbatas, banyak banget yang harus kita pelajari dalam waktu sebulan itu. Apalagi, di tengah masa kuliah, kami harus seimbangin latihan dengan jadwal ujian dan kegiatan lainnya,” kata Lianny.

Keberhasilan yang Membanggakan

Walau berhadapan dengan lawan-lawan yang berpengalaman dan tangguh, Lianny dan Agnes berhasil menunjukkan kemampuan debat yang luar biasa, meraih Juara 1. “Kami kaget banget bisa menang, karena menurut kami, lawan-lawan kami semua sangat bagus. Tapi puji Tuhan, akhirnya bisa menang, dan kami sangat senang karena latihan dan usaha kami tidak sia-sia,” ujar Lianny dengan rasa syukur.

Kemenangan ini memberikan pesan berharga untuk mahasiswa lainnya, terutama yang tertarik ikut lomba debat atau kompetisi lainnya. Lianny menambahkan, “Jangan pernah takut mencoba, apalagi kalau kalian memang punya minat di bidang itu. Meskipun kami newbie, tapi kalau kita punya niat dan usaha, semuanya pasti bisa tercapai.”

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto