UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan menyabet Juara II dalam kompetisi literature review. Kompetisi tersebut merupakan salah satu dari tiga cabang perlombaan Scientific National Competition (SINACOMP) 2025 yang terselenggara oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram.
SINACOMP 2025 berlangsung pada Sabtu-Minggu (13-14/9/2025) di FKIK Universitas Mataram. Kali ini, SINACOMP mengangkat tema A Step Beyond CANCER: Challenge and Nurture Creative Explorations for Resilience. Tim FKG beranggotakan Felice Kanaya Chandra (ketua), Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro. Ketiganya berada di bawah bimbingan dua dosen, yakni Fatma Yasmin Mahdani drg MKes Sp PM dan Vania Syahputri drg M Imun.
Telaah Metode Pengobatan Kanker
Tim FKG menelaah topik Potensi Neoadjuvant Immunochemotherapy dalam Penguatan Efek Terapeutik Preoperatif melalui Reprogramming Imun Tumor pada Oral Squamous Cell Carcinoma: sebuah Tinjauan Sistematis. Mereka melakukan tinjauan sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian terkini untuk mendukung potensi dan kelayakan penerapan pendekatan terapi inovatif tersebut.
Bayu, mewakili tim, menjelaskan konsep inovasinya. “Inovasi yang kami usung adalah sebuah gagasan dalam bentuk tinjauan pustaka sistematis. Kami mengeksplorasi potensi penggabungan dua metode pengobatan kanker. Yaitu imunoterapi dan kemoterapi, yang diberikan sebelum tindakan operasi (neoadjuvan) pada kasus kanker rongga mulut jenis Oral Squamous Cell Carcinoma (OSCC),” jelasnya.
Ide utama literature review tersebut adalah bagaimana terapi kombinasi tersebut dapat memprogram ulang (reprogramming) lingkungan mikro tumor. Secara sederhana, sistem kekebalan tubuh pasien dirangsang untuk lebih efektif mengenali dan menyerang sel kanker. Sementara kemoterapi bekerja untuk melemahkan dan membunuh sel kanker tersebut.
Dengan melakukan reprogramming sistem imun di sekitar area tumor sebelum operasi, harapannya efek terapeutik atau penyembuhan menjadi lebih kuat. “Hal ini berpotensi meningkatkan keberhasilan operasi, mengurangi risiko kekambuhan. Kemudian, pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup pasien OSCC,” tambahnya.
Menurut Bayu, bekerja sama dalam proses penyusunan literature review menjadi memori tersendiri bagi tim, khususnya saat final. Ia menambahkan, momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk banyak melakukan eksplorasi keilmuan.
“Motivasi kami adalah untuk mengasah kemampuan riset, memperdalam wawasan terkait terapi kanker terkini. Kami juga ingin membawa nama baik FKG UNAIR di perlombaan ilmiah tingkat nasional,” ujarnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





