Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FKG Raih Juara II Ajang International Literature Review

Ketiga mahasiswa FKG saat menerima penghargaan Juara II International Literature Review – 19th Dentistry Scientific Meeting
Ketiga mahasiswa FKG saat menerima penghargaan Juara II International Literature Review – 19th Dentistry Scientific Meeting (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah ilmiah internasional. Mereka adalah Akmal Umara Adli mahasiswa FKG angkatan 2023 selaku ketua tim. Sementara itu, kedua anggotanya yakni Bayu Cahyo Bintoro dan Felice Kanaya Chandra dari angkatan 2024. Ketiganya berhasil meraih Juara II International Literature Review – 19th Dentistry Scientific Meeting. Sebuah kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh FKG Universitas Indonesia pada Sabut-Minggu (8-9/11/2025).

Akmal mewakili tim menceritakan bahwa keikutsertaan mereka bermula dari rencana awal untuk mengikuti lomba poster ilmiah. “Awalnya, tim kami terbentuk untuk mengikuti lomba poster conference, namun karena satu dan lain hal kami tidak jadi mengikuti scientific poster. Akhirnya, kami memutuskan untuk melanjutkan riset dan mengikuti kompetisi literature review agar karya kami tetap berkembang dan bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Akmal menambahkan bahwa motivasi utama mereka adalah mengasah kemampuan riset. “Kami ingin memperdalam keterampilan menyusun literature review sekaligus mendapatkan insight langsung dari para juri sebagai persiapan menuju publikasi ilmiah,” tuturnya.

Dari tema besar lomba Unveiling Artistry, Revealing Harmony mereka memilih topik bertajuk “Integration of CAD/CAM-Guided Immediate Implants on Pink Esthetic Outcomes: A Meta-Analysis”. Mereka menilai, topik tersebut adalah yang paling relevan karena mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip estetika dalam praktik implantologi modern.

Pihaknya menegaskan bahwa keunggulan yang dimiliki timnya terletak pada konsistensi kualitas penulisan dan kekuatan metodologi. “Kami menyajikan meta-analysis yang solid dengan penyajian data yang rapi sesuai standar literature review,” ujarnya.

Akmal mengakui bahwa tantangan terbesar muncul saat melakukan ekstraksi data dan analisis statistik. “Bagian paling sulit adalah meta-analysis, tapi kami atasi dengan pembagian tugas yang efektif dan diskusi rutin bersama dosen pembimbing,” jelasnya. 

Ia menyoroti pentingnya sesi tanya jawab dengan juri. “Kami banyak belajar dari kritik dan masukan para juri yang sangat berpengalaman. Pengetahuan mereka menjadi bekal berharga untuk riset kami ke depan,” tambahnya.

Dukungan UNAIR berperan besar dalam keberhasilan tim mereka. “FKG UNAIR sangat membantu melalui fasilitas, bimbingan dosen, dan suasana akademik yang mendorong pengembangan riset ilmiah,” ungkapnya.

Menutup kisah pencapaian ini, Akmal memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti kompetisi serupa. “Mulailah dengan keberanian untuk mencoba. Jangan takut gagal, karena pengalaman adalah guru terbaik. Kunci utamanya adalah manajemen waktu, kerja tim solid, dan konsistensi dalam riset,” pungkasnya.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Yulia Rohmawati