Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FKG UNAIR Ikuti Pertukaran Pelajar di National University of Singapore

Foto kegiatan Adisty mengikuti program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore (Dok. Narasumber)
Foto kegiatan Adisty mengikuti program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore (Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) Almazuhra Adisty Siregar mengikuti program pertukaran mahasiswa yang berlangsung di Faculty of Dentistry, National University of Singapore (NUS). Pelaksanaan program berlangsung pada (13/01/2025) hingga (31/01/2025).  

Adisty, sapaan akrabnya, bercerita bahwa tujuannya mengikuti program pendidikan S1 kedokteran gigi National University of Singapore (NUS) adalah untuk mencari pengalaman guna mempersiapkan diri sebelum mengikuti program profesi kedokteran gigi.

Adisty menjelaskan bahwa tujuan program pertukaran pelajar di NUS adalah untuk menyediakan pengalaman bagi undergraduate student dari fakultas kedokteran gigi luar negeri dalam observasi klinik. “Program pertukaran ini yang ditawarkan sangat menarik apalagi faculty of dentistry NUS merupakan salah satu fakultas kedokteran gigi terbaik di dunia. Saya dapat belajar mengobservasi kasus di klinik serta penanganannya,” jelasnya

Adisty menceritakan bahwa ia juga mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai hal baru selama mengikuti program pertukaran. “Selama mengikuti exchange ini saya mendapatkan pengalaman dalam pembelajaran di kelas, yaitu tutorial, seminar, dan observasi klinik. Apalagi yang paling berkesan itu saya melakukan observasi spesial care clinic pada pasien disabilitas. Pada kesempatan tersebut saya bisa belajar cara mahasiswa melakukan screening dan menangani pasien disabilitas,” ucapnya

Bagi Adisty program pertukaran mahasiswa ini sangat bermanfaat dan berkesan. Ia banyak mengenal teknologi baru yang berguna dalam menangani beberapa kasus. “Hal menarik lainnya juga saya rasakan, yaitu di sini dapat melihat bagaimana ekosistem pembelajaran mahasiswa. Saya kemudian membandingkan kurikulum yang ada di Indonesia serta mempelajari teknologi maju dan baru yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Cara penanganan kasus yang mahasiswa dan dosen lakukan di sana juga menjadi tambahan ilmu atau referensi bagi saya dalam menjalani tahap berikutnya,” ungkapnya

Harapan Adisty kedepannya semoga ia dapat terus mengikuti lebih banyak kegiatan pertukaran mahasiswa khususnya pengalaman klinis bidang kedokteran gigi. Ia juga berharap semoga kedokteran gigi di Indonesia terus berkembang dan menjalin banyak kerjasama.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Edwin Fatahuddin