Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FKM Universitas Airlangga Kembangkan Ekstrakurikuler UKIR, Perkuat Peran UKS MI Ma’arif Bahrul Ulum Kepuhrubuh

Tim PKL Kelompok 8 FKM UNAIR melakukan Pengukuhan kepada Sobat UKIR

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga mengembangkan program Usaha Kesehatan Inovatif Ramah Anak (UKIR) sebagai upaya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di MI Ma’arif Bahrul Ulum Kepuhrubuh, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo. Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa yang berfokus pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa melalui pendekatan promotif dan preventif melalui pengoptimalan UKS yang terintegrasi dengan Program GEBRAK UKS-PREN oleh Dinkes Kabupaten Ponorogo.

Intervensi dilakukan berdasarkan hasil analisis situasi kesehatan sekolah. Mahasiswa menemukan bahwa pemanfaatan ruang UKS belum optimal, kebiasaan PHBS siswa masih perlu ditingkatkan, serta sarana pendukung seperti fasilitas cuci tangan dan media edukasi kesehatan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi tersebut mendorong tim PKL Kelompok 8 merancang program yang tidak hanya bersifat penyuluhan, tetapi juga membangun sistem yang dapat dilanjutkan sekolah yaitu dengan diadakannya Ekstrakurikuler “UKIR” yang terintegrasi dengan UKS.

Selain penguatan sistem UKS, pelaksanaan program UKIR juga diarahkan untuk membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif bagi siswa. Kegiatan ekstrakurikuler dikemas melalui pendekatan partisipatif seperti praktik langsung, permainan edukatif, simulasi pelayanan kesehatan, serta tantangan sederhana yang mendorong siswa untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai efektif karena melibatkan siswa secara aktif, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku perubahan di lingkungan sekolah.

Dosen Pembimbing Lapangan FKM UNAIR, Dr. Riris Diana Rachmayanti, S.KM., M.Kes. menuturkan bahwa sekolah menjadi lingkungan strategis dalam pembentukan perilaku sehat anak. “Mahasiswa belajar dari kondisi riil di masyarakat sekaligus menghadirkan solusi berbasis data. Penguatan UKS penting karena sekolah adalah tempat pembiasaan perilaku hidup sehat sejak dini,” ujarnya.

Program UKIR mencakup pembentukan kader siswa “Sobat UKIR”, penyediaan media komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan, serta revitalisasi fungsi ruang UKS. Kegiatan juga melibatkan unsur kewirausahaan sehat untuk menanamkan kemandirian dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekolah. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif tersebut. “UKS kini tidak hanya menjadi ruang pertolongan pertama, tetapi pusat edukasi kesehatan. Siswa lebih aktif dan guru ikut terlibat dalam pembiasaan hidup bersih dan sehat,” ungkap Kepala MI Ma’arif Bahrul Ulum Kepuhrubuh

Kolaborasi dengan tenaga kesehatan turut memperkuat program. PJ UKS Puskesmas, Mbak Anis, menilai pendampingan mahasiswa membantu sistem UKS berjalan lebih terarah. “Pembinaan kader siswa menjadi lebih rutin dan edukasi kesehatan di sekolah lebih terstruktur,” katanya.

Sementara itu, Koordinator PKL FKM UNAIR, Damai Arum Pratiwi, menegaskan pendekatan pemberdayaan menjadi kunci keberlanjutan. “Mahasiswa tidak hanya memberi penyuluhan, tetapi membantu membangun sistem yang dapat diteruskan sekolah,” tuturnya.

Melalui UKIR, mahasiswa FKM UNAIR tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan anak usia sekolah. Model ini diharapkan dapat menjadi praktik baik penguatan UKS berbasis pemberdayaan siswa yang dapat direplikasi di sekolah lain.

Penulis: Syarafina K