n

Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FKp Ajak Lansia untuk Ceria

lansia
Beberapa lanisa begitu ceria saat menaiki odong-odong. (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Menjadi tua adalah sebuah kepastian. Namun, tidak semua orang bisa merasakan masa tua dengan bahagia di tengah-tengah keluarga tercinta. Hal itulah yang dirasakan ratusan lansia yang tinggal di Panti Jompo Griya Wreda Jambangan, Surabaya. Berbagai latar belakang dan alasan membuat mereka menghabiskan hari tua di panti.

Dari hal itulah, mahasiswa B18 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, menggelar berbagai kegiatan menarik dengan melibatkan ratusan lansia yang tinggal di Griya Wreda Jambangan, Kamis (21/9).  Selaku pembina, Setho Hadiyusmana, S.Kep., Ns., M.NS., mengatakan bahwa kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam tersebut sengaja ditujukan untuk berbagi kebahagiaan dengan para lansia.

Acara dimulai dengan terapi tawa. Selanjutnya usai terapi tawa, para lansia diajak keliling kawasan Surabaya selatan dengan menaiki odong-odong. Jalanan rindang di Surabaya pun dilalui hingga istirahat sejenak di pelataran Masjid Nasional Al Akbar.

“Lansia yang di panti banyak yang ditinggalkan keluarganya. Mereka kan, hanya tahu kegiatan panti saja tanpa ada kegiatan ke luar. Oleh karena itu setelah kita adakan terapi, kita ajak mereka keluar naik odong-odong. Semoga mereka bahagia,” terang Setho.

Ada yang berbeda dengan kegiatan yang rutin digelar tiap tahun tersebut. Setho mengatakan, perbedaan kegiatan tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah keterlibatan mahasiswa asing. Baginya, dengan melibatkan mahasiswa asing, secara tidak langsung memberikan edukasi dan menunjukkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa FKp.

“Ini kegiatan rutin kami. Cuma ini pertama kalinya kita mengajak mahasiswa asing. Hal ini untuk mengenalkan model panti jompo yang ada di Indonesia kepada mereka. Selain itu, pengmas kali ini juga kali pertama mengajak lansia menaiki odong-odong,” papar master jebolan The University of Adelaide itu.

Terakhir, Setho berharap agar kegiatan ini mampu membuat mahasiswa binaannya memiliki rasa empati kepada orang tua yang ditinggalkan anaknya. Selain itu, ia berharap agar kegiatan ini mampu melatih mahasiswa untuk menghargai setiap peran orang tua.

“Untuk para lansia, semoga tetap sehat dan panjang umur. Setelah tua pasti kita semua tahu ujungnya adalah kematian, kami harap mati pun mereka bisa dalam keadaan bahagia,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Binti Q. Masruroh