UNAIR NEWS – Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengirimkan satu tim delegasi untuk mengikuti Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting-14 (HISAS-14) di Hokkaido University, Jepang. HISAS 14 yang digelar pada 18-19 Maret 2017 tersebut merupakan sebuah acara diskusi ilmiah antar peneliti muda yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Hokkaido. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para peneliti muda dari berbagai disiplin ilmu, baik dalam maupun luar negeri untuk bertukar pengetahuan dan mendiskusikan hasil penelitiannya.
Tim delegasi FKp UNAIR yang beranggotakan Rio Cristianto, Nurullia Hanum Hulfida, dan Lintang Kusuma Ananta, mahasiswa semester 1 Program Pendidikan Profesi Ners berhasil meluluskan 2 paper terbaik yang berjudul “Psychoreligious Dhikr Therapy be Affect to Anxiety Level of Pulmonary Tuberculosis Patients” dan “Family Stigma who Have Family Member with Mental Illness: Schizophrenia”.
“Paper tersebut meneliti tentang pengaruh terapi psikoreligius dengan metode dzikir terhadap kecemasan yang dialami oleh para penderita Tuberkulosis Paru, dan stigma keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengidap Schizofrenia,” terang Rio yang juga ketua tim delegasi.
Pada penyelenggaraan yang ke-14 tahun ini, HISAS mengangkat tema “Indonesia Sustainable Development Goals: Chance and Challenge for a Better Future”.
Rio juga menambahkan bahwa sebelum mengikuti kegiatan ini, tim harus mengikuti proses seleksi yang dimulai sejak November 2016 dengan mengirimkan abstrak penelitian. Tim reviewer untuk penyeleksian ini terdiri dari mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan master dan doktor di Hokkaido University. Lebih dari 200 abstrak penelitian telah dikirim oleh mahasiswa undergraduate maupun postgraduate, akademisi, dan praktisi dari berbagai universitas dan institusi pemerintahan di Indonesia dan Jepang.
“Hanya ada 52 paper penelitian terbaik yang lulus seleksi dan berhak untuk dipresentasikan secara oral dan bersaing memperebutkan predikat best paper dan best presentation,” imbuhnya.
Acara HISAS 14 dimulai dengan dengan opening speech yang disampaikan oleh Prof. Michel La Fay perwakilan dari Hokkaido University, dan Mr. Hiroshi Yamamoto dari Hokkaido Gas, kemudian secara resmi dibuka oleh perwakilan KBRI Tokyo, Dr. Ben Perkasa Drajat.
Sebelum memasuki sesi acara inti, yaitu presentasi dari para peserta, acara dimulai dengan lecture oleh dua orang invited speaker, yakni Dr. Marie Stefanie dari Fakultas Pertanian Hokkaido University dan Dr. Shuji Tamumura dari Horonobe Japan Research Institute of the Subsurface Environment.
Pada sesi inti yaitu presentasi paper penelitian, peserta dibagi ke dalam lima cluster yaitu Health & Life Sciences, Innovation & Technology, Agrotechnology, Sustainable Environment & Renewable Energy dan Social & Human Sciences.
Tim delegasi FKp masuk ke dalam cluster Health & Life Sciences bersama beberapa tim lainnya dari disiplin ilmu kesehatan, seperti ilmu kedokteran, farmasi, dan kimia. Pada sesi ini, peserta mempresentasikan paper penelitiannya, kemudian didiskusikan dengan peserta lainnya dan diuji oleh para panelis.
“Panelis yang menjadi penguji dan juri berasal dari kalangan mahasiswa doktor dan staf peneliti yang sedang menempuh studi dan bekerja di Hokkaido University,” tegasnya.
Meski pada tahun ini tim delegasi FKp belum dapat mempersembahkan predikat best paper ataupun best presentation, tetapi HISAS 14 telah memberikan banyak pelajaran berharga.
“Banyak pelajaran yang kami dapatkan dalam keikutsertaan acara ini. Kami dapat merasakan atmosfer diskusi ilmiah berskala internasional dengan para peneliti yang pakar di bidangnya yang memperluas cakrawala berpikir kami, melatih komunikasi dan percaya diri, menambah ilmu tentang membuat karya penelitian yang berkualitas, serta memperluas jejaring mancanegara,” pungkas Rio.
Penulis: Rio Cristianto (Mahasiswa FKp UNAIR)
Editor: Nuri Hermawan





