Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Kedokteran Hewan SIKIA Periksa Kelayakan Hewan Kurban di Banyuwangi

Proses pengecekan Antemortem (Sumber: Panitia AMPM 2022)

UNAIR NEWS – Divisi Swine and Ruminant Care Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi adakan kegiatan Antemortem dan Postmortem (AMPM) dalam rangka Idul Adha 1443 H. 

Dalam mendukung SDGs nomor 2 dalam mendukung kelayakan makanan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (9/7/2022) sampai Minggu (10/7/2022) menerjunkan relawan mahasiswa kedokteran hewan SIKIA bersama dokter hewan PDHI IV Jatim ke beberapa daerah di Kabupaten Banyuwangi. Terdapat 12 kecamatan tujuan yaitu Pesanggaran, Gambiran, Soggon, Kabat, Muncar, Banyuwangi, Purwoharjo, Rogojampi, Gambiran, Kalipuro, Wongsorejo dan Genteng.

Dibagi Beberapa Kelompok

Ketua Pelaksana Antemortem-Postmortem 2022, Triena Wulandari menjelaskan mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok untuk membantu pemeriksaan oleh dokter hewan. Nantinya dokter hewan akan menentukan langkah dan keputusan yang harus dilakukan.

“Mahasiswa akan ikut arahan dokter hewan lapangan yang bertugas, segala keputusan kelayakan dan keamanan akan dilakukan dari dokter hewan”, jelasnya.

Proses Pengecekan Postmortem (Sumber:Panitia AMPM 2022)
Pastikan Daging  Kurban Layak

Mahasiswa Kedokteran Hewan SIKIA angkatan 2021 tersebut mengatakan bertujuan untuk memastikan kelayakan daging kurban. Selain itu, mendorong mahasiswa kedokteran hewan SIKIA untuk dapat lebih mengerti kondisi hewan kurban yang sehat dan sakit secara langsung.

“Selain memastikan hewan kurban layak, AMPM membuat mahasiswa agar lebih mengerti perbedaan hewan sehat dan sakit utamanya gejala PMK”, katanya.

Spesimen Dikumpulkan

Tri menuturkan kegiatan AMPM meliputi pemeriksaan kondisi hewan sebelum dan sesudah pemotongan. Jika terdapat bagian tidak layak konsumsi maka akan dimusnahkan, terutama saat dilakukan pengecekan karkas dan jeroan. Sedangkan spesimen dan patogen akan dibawa untuk dicek lebih lanjut.

“Sesuai arahan dokter hewan lapangan, setiap organ atau bagian yang tidak layak dikonsumsi akan dibuang. Spesimen akan dibawa menggunakan cup dengan diisi NaCl untuk diperiksa lebih lanjut”, tuturnya.

Penulis: azhar burhanuddin

Editor: Feri Fenoria