Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Kedokteran Hewan UNAIR Raih 1st Best Presenter di ICVHMS 2025

Proses Nekropsi Ayam KUB Saat Penelitian (Foto: Istimewa)
Proses Nekropsi Ayam KUB Saat Penelitian (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa S1 Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR). Dia adalah Vania Athalia Indarto Putri yang berhasil meraih penghargaan 1st Best Presenter kategori Sustainable and Livestock Practices. Catatan tersebut tercapai dalam ajang The 5th International Conference on Veterinary Medicine and Health Science (ICVMHS) 2025. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring melalui zoom meeting pada Rabu (6/8/2025).

Dari Skripsi ke Konferensi

Vania Athalia Indarto Putri mengucapkan rasa syukur atas kehormatan menyabet gelar tersebut. Banyak peserta dari peneliti senior dan akademisi asal dalam dan luar negeri. Penghargaan itu juga menjadi apresiasi besar atas kerja keras tim dan bimbingan Prof. Mirni Lamid sebagai Dekan FKH Unair dan Dosen Pembimbing Utama. Prof Mirni tidak hanya membimbing proses penelitian hingga skripsi, tapi juga mendorong Vania untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional. 

“Pencapaian memotivasi saya terus mengembangkan kemampuan akademik dan profesional,” katanya. 

 Proses Nekropsi Ayam KUB Saat Penelitian (Foto: Istimewa)
Angkat Riset Ayam KUB

Vania mengangkat topik presentasi berjudul Potential of Phytase and Protease Enzymes on Tenderness and Cooking Loss in Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Chicken Thigh Meat. Mereka mengevaluasi pengaruh suplementasi enzim fitase dan protease dalam pakan terhadap dua parameter kualitas daging paha ayam KUB. Kedua parameter tersebut adalah tingkat keempukan yang terukur secara objektif menggunakan Warner-Bratzler Shear Force dan persentase cooking loss. Dengan desain percobaan acak lengkap dan beberapa level dosis enzim, studi  bertujuan mengidentifikasi dosis yang memberikan perbaikan kualitas fisik daging pada ayam KUB.

“Sehingga dapat menjadi basis ilmiah untuk formulasi pakan fungsional yang cocok bagi ras lokal unggul,” tuturnya.

Awarding 1st Best Presenter kategori Sustainable and Livestock Practices (Foto: Screen Capture Zoom Meeting)

Penelitian tersebut relevan dalam meningkatkan mutu dan nilai tambah produk pangan hewani lokal. Inovasi dalam formulasi pakan melalui pemanfaatan enzim pakan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi nutrisi, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan daya saing produk di pasar. Fokus pada ayam KUB juga mendukung pengembangan komoditas lokal yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi peternak skala kecil dan menengah. Sekaligus memperkaya ragam produk unggas nasional. 

“Hasil studi dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pakan fungsional yang berbasis research untuk ayam KUB,” tutupnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Ragil Kukuh Imanto