Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Kedokteran UNAIR Wakili Indonesia di IMRC 2025 dengan Riset Systematic Review dalam Bidang Kanker

Tim kedokteran Unair berfoto bersama setelah meraih award di IMRC 2025 (Foto: Narasumber)
Tim kedokteran Unair berfoto bersama setelah meraih award di IMRC 2025 (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS– Tim mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) yang terdiri dari Garnis Latifah Hasturani, Najwa Nezalfi Putri, dan Made Pranindia Anjani berhasil meraih penghargaan di ajang bergengsi International Medical Student Research Conference (IMRC) 2025. Konferensi internasional yang diselenggarakan pada (13-14/12/2025) ini mengangkat tema besar “Sustainable Healthcare: Integrating Medical Innovations for Sustainable Development Goals.”

IMRC 2025 memiliki lima kategori, yaitu Basic Research, Systematic Review and Meta-Analysis, Public Health, Medical Education Research, dan Clinical Research. Tim UNAIR memilih untuk berpartisipasi di kategori Systematic Review and Meta-Analysis, meskipun dua anggota lainnya belum berpengalaman dalam bidang ini. Keputusan ini diambil karena keterbatasan waktu dan kondisi yang sedang berlangsung.

Sebagai satu-satunya anggota yang sudah memiliki pengalaman dalam melakukan systematic review, Garnis Latifah Hasturani menjadi pemimpin tim untuk pertama kalinya. “Kami memilih kategori systematic review and meta-analysis karena saat itu saya sedang melakukan BBK Penyetaraan di Taiwan, sehingga tidak memungkinkan untuk mengerjakan kategori lainnya. Dua anggota lainnya baru pertama kali mengerjakan systematic review, dan saya kali kedua serta pertama kali memimpin tim,” ungkap Garnis.

Tantangan dan Kendala dalam Penelitian

Tim ini menghadapi kendala besar dalam proses penelitian, terutama dalam hal analisis data. Penelitian mereka berbentuk meta-analysis, yang memerlukan penggunaan software khusus seperti R atau Stata. Garnis yang sedang berada di Taiwan tidak membawa laptop, sementara dua anggota lainnya merasa belum cukup percaya diri untuk melakukan analisis tersebut.

“Kendala terbesar adalah saat memulai penelitian. Untuk poster, kami mendapatkan referensi dari kakak tingkat dan berkonsultasi dengan dr Willy,” ujar Garnis.

Karena keterbatasan, tim memutuskan untuk menyelesaikan proses screening 906 paper dalam dua minggu, menyicil mencari referensi untuk latar belakang, dan membuat kerangka penulisan. “Persiapan yang kurang matang dan terburu-buru membuat prosesnya terasa sangat berat, tetapi kami terus berusaha,” tambahnya.

Dukungan dan Bimbingan

Tim beruntung mendapatkan bimbingan langsung dari dr Willy Sandhika SpPA(K), seorang ahli dalam bidang oncology dan dosen di Fakultas Kedokteran UNAIR. “dr Willy sangat suportif dan semangat. Beliau sangat menghargai waktu kami yang sedang sibuk ujian dan melakukan riset di Taiwan. Bahkan, beliau rela melakukan follow-up setiap 3-4 hari sekali melalui Zoom di malam hari,” ungkap Garnis.

Selain itu, konsultasi dengan kakak tingkat juga sangat membantu, terutama dalam pembuatan poster dan penyempurnaan riset.

Pengalaman Berkesan

Setelah menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan, tim UNAIR berhasil meraih penghargaan di IMRC 2025 dengan membawa topik mengenai screening lung cancer, yang menjadi salah satu fokus utama dalam riset oncology.

“Pengalaman ini sangat berkesan bagi saya, terutama dalam memimpin tim dalam mengerjakan systematic review and meta-analysis. Begitu pula dengan dua anggota tim lainnya, mereka sangat bersemangat untuk mengikuti ajang selanjutnya,” ujar Garnis

Tim UNAIR berharap pengalaman mereka dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba dan mengikuti kompetisi internasional. “jangan takut untuk mencoba dan pastikan persiapan matang untuk mengikuti competition.”

Penulis : Saffana Raisa Rahmania

Editor  : Ragil Kukuh Imanto