UNAIR NEWS – Mengenalkan upaya mitigasi bencana gunung berapi, tim KKN-BBK 6 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Mojorejo sukses menggelar program edukasi mitigasi gunung berapi bertajuk Volcano Day. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (18/7/2025) di SD Negeri 3 Mojorejo.
Penanggung jawab program pendidikan, Savira Hayyun Audina mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini bahaya erupsi vulkanik melalui pendekatan sains yang menyenangkan. Program ini menjadi langkah strategis membangun kewaspadaan sejak masa sekolah, mengingat Pulau Jawa sebagai kawasan ring of fire.
“Selain sebagai bentuk edukasi mitigasi bencana, kami juga bertujuan untuk mengenalkan proses terjadinya letusan gunung berapi melalui eksperimen menarik yang mudah dipahami. Dengan pendekatan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami bahaya gunung berapi. Tetapi juga dapat mengapresiasi ilmu pengetahuan di balik fenomena alam tersebut,” jelasnya.
Media Interaktif
Kegiatan ini mengombinasikan teori dan praktik dengan media yang unik sekaligus interaktif. Savira menerangkan bahwa tim menyiapkan replika gunung berapi ramah lingkungan yang memanfaatkan beberapa bahan. Antara lain soda kue, cuka, sabun cair, dan pewarna makanan untuk membuat simulasi yang menarik.

“Media yang kami gunakan dalam kegiatan ini adalah sebuah replika sederhana gunung berapi yang dirancang secara aman dan menarik untuk kebutuhan edukasi. Replika ini berfungsi sebagai alat bantu visual sekaligus media eksperimen. Untuk mensimulasikan proses letusan gunung berapi secara sederhana, namun tetap memberikan gambaran jelas,” sebutnya.
Melalui kombinasi penyampaian materi dan eksperimen langsung, ia berharap peserta tak hanya mendapat pengetahuan baru. Tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan aplikatif. “Pendekatan ini juga harapannya mampu meningkatkan antusiasme dan rasa ingin tahu siswa terhadap dunia sains serta membentuk pola pikir yang lebih tanggap terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Dukungan Penuh
Meski menghadapi tantangan perbedaan pemahaman antarpeserta, tim mampu mengatasinya dengan pendekatan inklusif dan kolaborasi aktif antarsiswa dalam kelompok dan pihak guru sekolah. “Tentunya, pihak guru menyambut program kerja ini dengan sangat positif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap tujuan kegiatan yang kami bawa,” ujarnya.
Melalui Volcano Day, Savira berharap tim KKN-BBK 6 UNAIR tak hanya membekali pengetahuan kebencanaan, tapi juga menanamkan pola pikir tanggap darurat dan minat sains. “Edukasi bencana sejak dini bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Dengan membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bencana, cara menyelamatkan diri, serta pentingnya kewaspadaan,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Yulia Rohmawati





