Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa KKN BBK UNAIR Gelar Sosialisasi Cegah Stunting di Madiun

Mahasiswa KKN BBK 5 UNAIR menggelar sosialisasi gizi untuk mencegah stunting anak di Desa Sumbersari Madiun, Selasa (21/01/2025). (Foto: Istimewa).
Mahasiswa KKN BBK 5 UNAIR menggelar sosialisasi gizi untuk mencegah stunting anak di Desa Sumbersari Madiun, Selasa (21/01/2025). (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) terus berkomitmen untuk membantu masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK), kelompok KKN-BBK 5 UNAIR menggelar sosialisasi cegah stunting ke masyarakat Desa Sumbersari. Program kerja berbasis kesehatan itu terselenggara pada Selasa (21/01/2025) di Balai Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Madiun. 

Annas Zakky Firmansyah, selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa tingginya angka stunting di Desa Sumbersari menjadi latar belakang dari pelaksanaan program ini. “Berdasarkan data desa pada Desember 2024 lalu, saat kami berkunjung survei, tercatat ada 19 bayi yang mengalami stunting. Hal inilah yang mendorong kami kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa terkait langkah dalam penanganan tersebut,” ujar Zakky, panggilan akrabnya. 

Dalam menjalankan program ini, Zakky dan timnya memilih berkolaborasi dengan Puskesmas Sumbersari dalam merancang program ACTING (Aksi Cegah Stunting). “Kami melihat pentingnya langkah preventif dan penanggulangan jumlah kasus ini di desa untuk membantu masyarakat lebih aware,” tuturnya.

Mahasiswa KKN bersama ibu-ibu peserta sosialisasi (foto: dok istimewa)
Mahasiswa KKN bersama ibu-ibu peserta sosialisasi (foto: dok istimewa)

Mahasiswa FTMM UNAIR itu juga mengatakan bahwa penanganan stunting harus bermula dari tindakan pencegahan, khususnya kepada Ibu hamil yang mesti paham betul akan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan. Selain itu, Ibu juga perlu mendapatkan wawasan terkait nutrisi balita hingga tumbuh kembang anak. 

Zakky juga mengatakan bahwa masyarakat menyambut baik dan sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi. “Ibu-ibu sangat antusias. Kami mengundang, banyak yang datang. Kami senang para Ibu juga dapat menyerap informasi dari apa yang kami beri. Mereka akhirnya mendapati fakta baru tentang apa yang boleh dan tidak boleh untuk menjaga gizi anak dan bayi,” tutur Zakky. 

Mahasiswa teknik industri itu, menilai sosialisasi yang tim lakukan berhasil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi untuk mencegah stunting. “Kami berharap ilmu tadi dapat terserap dengan baik, sehingga bisa mempersiapkan porsi makanan yang sesuai juga melakukan pengecekan mandiri terhadap perkembangan anak secara rutin konsultasi ke puskesmas,” ucapnya.

Kegiatan itu turut menggandeng Wahyuni Heri Purwanti SGz, ahli gizi dari puskesmas setempat yang telah berpengalaman menangani kasus serupa. “Kami mengundang Ibu Yuyun karena kompetensinya dalam bidang gizi. Beliau juga memiliki pengetahuan lebih mengenai kondisi masyarakat Desa Sumbersari,” jelas Zakky.

Sosialisasi itu menekankan pentingnya cara memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan balita. Tak kalah pentingnya, bagi Ibu perlu mengetahui pemberian ASI dan MPASI secara tepat. Peran Ibu sangat krusial dalam monitoring pertumbuhan anak, pengolahan makanan bergizi, bahkan menjaga nutrisi sejak bayi dalam kandungan. 

Yuyun, sapaan akrabnya, juga memberikan gambaran detail porsi menu makanan seimbang dan cara pengolahannya. Tim KKN UNAIR juga melakukan pengukuran pemahaman para Ibu dengan post-test yang mengevaluasi sejauh mana informasi yang pemateri berikan dapat terserap dengan baik. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra