Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa KKN-BBK UNAIR Petakan Potensi Wisata di Desa Ketapanrame

Mahasiswa KKN-BBK 7 Ketapanrame Universitas Airlangga melakukan pemetaan potensi wisata Desa Ketapanrame guna membantu pembangunan sistem informasi desa. Pengerjaan pemetaan memakan waktu selama 1 minggu, dimulai tanggal 19 Januari hingga 25 Januari 2026. Desa Ketapanrame memiliki banyak objek wisata alam yang menarik, tetapi informasi mengenai lokasi tersebut masih minim diketahui masyarakat luar. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya memetakan tempat wisata, tetapi juga beberapa lokasi penting desa seperti balai desa dan Koperasi Merah Putih. Kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan pariwisata desa dengan menggali, mencatat, dan memetakan berbagai potensi wisata yang ada di Desa Ketapanrame. Untuk menentukan potensi wisata desa, dimulai dengan melakukan survei lapangan dan melakukan observasi langsung kepada masyarakat. Selain itu, mahasiswa mengumpulkan data spasial dari LapakGIS dan Ina-Geoportal, yang menawarkan data batas administratif, jaringan jalan, dan sungai, serta elemen spasial tambahan.

Pada tahap pengecekan serta penyesuaian data dengan titik koordinat, mahasiswa BBK 7 Unair Ketapanrame memastikan bahwa seluruh data spasial yang digunakan berada di titik yang sama dalam sistem. Proses ini dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Hal ini penting dikarenakan data yang berasal dari hasil survei lapangan, Ina-Geoportal, serta lapakGIS yang sering menggunakan sistem koordinat yang berbeda beda. Seluruh data yang didapat akan diseragamkan dalam sistem koordinat WGS 1984 dengan zona UTM yang sudah disesuaikan dengan peletakan geografis wilayah Desa Ketapanrame. 

Selanjutnya, data titik lokasi potensial desa dimasukkan. Pemetaan dapat dilakukan lebih cepat jika data koordinat setiap objek potensial desa tersedia. Alternatif yang dapat digunakan adalah dengan memetakan titik-titik potensial di desa terlebih dahulu melalui Google My Maps, kemudian mengekspor hasil pemetaan dalam format KML dan mengimpornya ke ArcGIS. Metode ini sangat populer karena praktis dan didukung oleh banyak tutorial yang tersedia.  Selanjutnya adalah penyajian peta tematik. Pada tahap ini, peta disusun berdasarkan potensi desa yang ingin ditampilkan, seperti potensi wisata, pertanian, bisnis kecil, atau lingkungan. Setiap kategori digambarkan dengan simbol, warna, dan atribut yang berbeda untuk membuat peta lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pengguna. Penyusunan tata letak peta adalah langkah terakhir. Pada langkah ini, peta harus dilengkapi dengan semua elemen penting, seperti judul, legenda, skala, arah utara, inset, dan sumber data. Sebagai pendukung visual, foto-foto potensi desa juga disertakan. Pengaturan skala dan komposisi layout sangat penting agar peta tetap proporsional dan mudah dibaca, karena peta dalam penelitian ini disusun dengan ukuran A0. Oleh karena itu, ukuran foto dan tata letak elemen disesuaikan sesuai dengan ukuran cetak peta.


Penulis : Mahasiswa KKN BBK Desa Ketapanrame