UNAIR NEWS – Sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan KKN BBM UNAIR periode 66 gelar kegiatan Ecoprinting dan Ecobrick di Desa Candisari, Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu kader dari enam dusun di Desa Candisari.
Saat diwawancarai pihak UNAIR NEWS pada Senin, (1/8/2022), ketua KKN Arya Damar, mahasiswa Fakultas Psikologi, mengungkapkan bahwa kegiatan Ecobrick dan Ecoprinting merupakan alternatif solusi dari permasalahan yang ada di Desa Candisari. Adanya program tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi branding desa Candisari agar dikenal oleh masyarakat luas.
Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa ecoprinting merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang ada di Desa Candisari. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan kepada ibu-ibu kader untuk memanfaatkan daun sebagai motif batik.
“Potensi tersebut berupa beragam tumbuh tumbuhan karena desa ini berada di tengah hutan. Optimalisasi ini dirangkai dalam kegiatan ecoprinting atau juga bisa disebut dengan batik daun,” tuturnya.
Sedangkan ecobrick, sambung Arya merupakan kegiatan yang menjadi alternatif solusi dari permasalahan sampah. Tidak adanya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi latar belakang adanya program tersebut.
“Pengolahan sampah dapat dilakukan untuk menekan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan dapat bernilai ekonomis,” ujarnya.
Lebih lanjut Arya mengungkapkan bahwa ecobrick merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi pengolahan sampah. Sosialisasi tersebut dilakukan karena tidak semua jenis sampah dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan ecobrick. Ecobrick sendiri merupakan teknik blok dengan memasukkan sampah anorganik kedalam botol plastic sehingga menghasilkan barang yang ekonomis.
“Kami juga menunjukan hasil dari botol ecobrick yang telah disatukan sehingga menjadi kursi kecil dan menunjukan kekuatan kursi yang diisi sampah ini mampu menahan berat partisipan pelatihan dan juga mahasiswa dengan meminta kesediaannya untuk berdiri dan duduk di hasil kursi yang telah dibuat sebelumnya,” terang Arya.
Kegiatan yang telah diselenggarakan tersebut disambut antusias oleh masyarakat sasaran. Hal tersebut terbukti dari banyaknya warga yang tertarik dengan pembuatan batik dari daun maupun pemanfaatan sampah menjadi barang yang ekonomis. Kedepannya, Arya berharap ilmu yang telah ia dan kelompoknya bagikan dapat berdampak pada perekonomian masyarakat Desa Candisari.
“Semoga sedikit ilmu yang kami berikan dapat dikembangkan untuk pertumbuhan ekonomi serta dapat menjadi alternatif solusi untuk pengelolaan sampah,” pungkasnya.
Penulis: Indah Ayu Afsari
Editor: Nuri Hermawan





