Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Magister Kenotariatan UNAIR Sabet Juara 2 Lomba Akta Notaris UI 2026

Foto bersama tim Kenotariatan UNAIR setelah meraih juara Lomba Teknik Pembuatan Akta Pekan Notaris di FH UI, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Narasumber)
Foto bersama tim Kenotariatan UNAIR setelah meraih juara Lomba Teknik Pembuatan Akta Pekan Notaris di FH UI, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS– Mahasiswa Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) baru ini meraih prestasi gemilang. Tim S2 Kenotariatan berprestasi di ajang Lomba Teknik Pembuatan Akta Pekan Notaris persembahan dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Pada kompetisi yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) ini, tim UNAIR berhasil meraih juara 2. Tim ini dipimpin oleh Reyhan Hari Kharismawan, bersama anggota Diyani Cholifa, Aan Wahana Prayoga, Jindan Maulana Aldi, dan Nurzamzawiah Kudus.

Pekan Notaris FH UI merupakan program kerja unggulan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tahun ini, Pekan Notaris mengusung tema “Penguatan Kerangka Hukum dalam Aspek Kenotariatan untuk Mendukung Investasi dan Pengelolaan Ruang di Indonesia” dengan tagline “Merajut Persatuan, Mengasah Keilmuan.” Lomba ini memberikan ruang bagi peserta untuk menyalurkan ilmu kenotariatan. Selain itu, mengasah keterampilan kenotariatan, memperkuat kompetensi akademik, sekaligus memperluas jejaring nasional di bidang hukum kenotariatan.

Awal Lomba dan Motivasi Tim

Reyhan Hari Kharismawan, selaku ketua tim, berbagi cerita tentang bagaimana timnya pertama kali mengetahui lomba ini. “Sejujurnya, bukan aku yang tahu pertama kali, tapi dari anggota timku yang tahu, yaitu Aan Wahana. Dia memang tertarik mencari lomba, khususnya yang diperuntukkan bagi mahasiswa S2 Program Magister Kenotariatan. Aan mendapatkan informasi melalui akun Instagram resmi Pekan Notaris UI, serta juga dari angkatan sebelumnya yang sudah pernah ikut lomba ini pada tahun 2025,” ujarnya.

Reyhan menambahkan bahwa lomba khusus untuk Program Magister Kenotariatan sangat jarang mereka temui, sehingga mereka sangat antusias saat mengetahui adanya kesempatan ini. “Lomba ini tidak hanya menguji kemampuan dalam membuat akta, tetapi juga mensimulasikan praktik pembacaan akta oleh Notaris. Ini melibatkan berbagai kondisi yang mungkin terjadi saat pembacaan tersebut,” tambahnya.

Tantangan yang Dihadapi

Tantangan terbesar yang tim hadapi adalah kompleksitas kasus yang penyelenggara berikan. “Kasus yang diberikan berkaitan dengan investasi di kawasan khusus dan pertanahan di Indonesia. Kami harus menghadapinya dengan cermat, namun dengan arahan dari mentor kami, Ibu Dr Sri Wahyu Jatmikowati SH MH, langkah kami menjadi lebih jelas,” ujar Reyhan.

Selain itu, tim ini juga mengakui tantangan dalam manajemen waktu. Tiga dari lima anggota tim merupakan pekerja yang harus membagi waktu antara tugas kuliah dan pekerjaan. “Pembagian waktu menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan manajemen waktu yang baik dan pembagian jobdesk yang teratur, kami bisa menghasilkan output yang maksimal dan terbaik,” tutup Reyhan.

Pengalaman Berkesan

Pengalaman ini tentu sangat berkesan bagi Reyhan. “Alhamdulillah, kami masih bisa berprestasi dan mengharumkan nama Universitas Airlangga di kancah nasional. Tentu, segala proses yang kami jalani hingga babak final memberikan kesan yang luar biasa bagi kami sebagai sebuah tim,” ungkapnya dengan rasa syukur. Selain itu, ia menambahkan bahwa lomba ini juga memberikan kesempatan untuk bertemu dengan rekan-rekan sejawat mahasiswa S2 Kenotariatan dari berbagai universitas di Indonesia. “Relasi kami semakin luas, dan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga,” lanjut Reyhan.

Reyhan juga menyampaikan pesan penting untuk mahasiswa lainnya, khususnya yang memiliki kesibukan di luar perkuliahan. “Semoga untuk siapapun yang kedepan mewakili UNAIR, khususnya mahasiswa S2 yang juga bekerja, dalam event apapun, lakukanlah sepenuh hati. Tunjukkan bahwa kita sebagai mahasiswa sekaligus pekerja, insya Allah juga bisa berprestasi, baik untuk diri sendiri maupun untuk UNAIR,” pesan Reyhan.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto