n

Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Manajemen Perhotelan Dapat Bekal Peningkatan Skill

perhotelan
Mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan praktik lapangan di Hotel Grand Darmo, Rabu (29/11). (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Mahasiswa semester tiga program studi D-3 Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mendapatkan materi praktik lapangan di Hotel Grand Darmo, Rabu (29/11). Praktik lapangan ini sebagai bagian dari peningkatan hard skill yang sudah menjadi bagian dari kurikulum yang diterapkan di Fakultas Vokasi.

Dian Yulie Reindrawati Ph.D selaku Kepala Program Studi D-3 Manjemen Perhotelan menyampaikan, mahasiswa harus bisa menyelaraskan kemampuan yang dimiliki. Bukan hanya mampu menyerap pengetahuan di bangku perkuliahan, tapi juga mampu mengaplikasikan ilmu di lapangan. Soft skill inilah yang menjadi bagian dari upaya menciptakan SDM yang berdaya saing dan memiliki skil tinggi.

“Saat ini penyerapan lulusan D-3 Manajemen Perhotelan bisa sampai 70%, dengan rentang pengangguran bisa 0-3 bulan setelah yudisium,” ucap Dian.

Pelaksanaan praktik lapangan yang dilakukan mahasiswa ini berkat kerjasama Fakultas Vokasi dengan Hotel Grand Darmo. Praktik ini sekaligus bagian dari mata kuliah Tata Graha yang harus ditempuh mahasiswa.

Praktik yang dilakukan sebanyak 64 mahasiswa itu dibagi menjadi dua hari. Di tahun-tahun sebelumnya, praktik hanya di lakukan di lingkungan kampus. Namun tahun ini, praktik dilakukan langsung di hotel agar mahasiswa dapat merasakan secara langsung kerja di lapangan.

“Pengujian kini dilakukan di hotel yang sebelumnya di kampus. Ini membuat mahasiswa bisa tahu perkembangan dunia perhotelan yang sebenarnya,” kata Abduh, ketua pelaksana acara.

Menyeleraskan perubahan yang diinginkan pasar, soft skill da hard skill ini harus dimiliki oleh mahasiswa agar bisa berkompetisi. Pelayanan hotel dari tahun ke tahun terus berkembang. Perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut hotel harus bisa menyesuaikan permintaan pasar. Hal ini akan berdampak juga bagi tenaga perhotelan.

“Praktik semacam ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa. Selain bisa mengetahui secara jelas dunia perhotelan yang sebenarnya, mereka juga bisa sekalian membangun jaringan dengan hotel mitra yang bersangkutan,” imbuh Abduh.

Tantangan saat ini masih terletak pada paradigma pekerja di hotel. Pekerjaan di lingkungan hotel masih sering dikatakan sebagai ‘babu’ dibandingan para pekerja di institusi. Peningkatan pariwisata di Indonesia akan memberi peluang bagi dunia perhotelan.

“Prospek jurusan ke depan akan terus membaik ketika komitmen pemerintah meningkatkan devisa negara dari pariwisata,” kata Afi Wijayanti selaku dosen pendamping praktik lapangan.

“Ini potensi bagi mahasiswa Manajemen Perhotelan untuk bisa mengambil peluang berkontribusi memajukan dunia pariwisata Indonesia,” tegasnya. (*)

Penulis : Helmy Rafsanjani

Editor : Binti Q. Masruroh