UNAIR NEWS – Santoso, mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Jujitsu Universitas Airlangga berhasil memenangkan kompetisi bergengsi One Pride Indonesian Mixed Martial Arts (MMA) di kelas 52 kg.
Acara yang diselenggarakan di Jakarta (18/3) itu diikuti oleh 40 peserta dari beragam daerah di Indonesia. Sebagian besar dari mereka, berasal dari akademi non perguruan tinggi. Kompetisi tersebut terbagi dalam beberapa kategori/kelas, diantaranya kelas 52 kg, 60 kg, dan 77 kg.
Mahasiswa Program Studi D-3 Perpustakaan ini mengaku, untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut ia harus mengikuti berbagai seleksi. Setidaknya ada tiga tahapan seleksi yang diikuti Santoso. Pertama seleksi di Surabaya, kedua seleksi di Solo, dan terakhir audisi di Jakarta.
“Di Surabaya saya dapat grade C, begitu pula di Solo. Namun saya tidak patah semangat untuk merealisasikan impian saya. Sebelum audisi di Jakarta saya berlatih lagi dengan keras dan memperbaiki teknik saya dalam pukulan, tendangan, bantingan dan kuncian. Dan Alhamdulillah saya mendapatkan grade B,” ujar Santoso ditemui UNAIR NEWS, Selasa (21/3).
Latihan persiapan pertandingan diakui Santoso sangat berat. Sehari-hari ia berlatih dengan gerakan-gerakan jogging, skipping, dan latihan teknik pukulan.
“Saya latihan setiap jam 5 pagi sebelum kuliah, jogging atau lari pagi sejauh 5 km. Sore harinya jogging ditambah skipping 25 menit, dan melatih teknik pukulan, bayangan dan boxing,” ujar Santoso.
One Pride Indonesia MMA merupakan event bergengsi tempat bertemunya petarung-petarung di Indonesia. Ajang yang diselenggarakan tiap tahun ini tak hentinya menyedot banyak atlet untuk unjuk kemampuan beladiri.
“Yang pasti saya senang dan bangga. Semoga selalu bisa membanggakan orang tua dan UKM Universitas Airlangga,” ungkapnya. (*)
Penulis : Akhmad Janni
Editor : Binti Q. Masruroh





