UNAIR NEWS – Tim Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga sukses menggagas program pemberdayaan masyarakat di Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi. Program pemberdayaan itu berupa pelatihan pengolahan produk hasil konservasi tanaman obat langka Kawasan Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (4/9/2022).
Pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh tiga mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SIKIA. Mereka adalah Rahmat Hakim, Husnul Hotijah, dan Presti Dewi Intan. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari Susy Katikana Sebayang SP MSc PhD.
Rahmat Hakim menyebutkan, dalam pelatihan tersebut diajarkan beberapa ilmu kepada peserta. Meliputi metode pengeringan tanaman obat cakar ayam dan rosela, strategi branding produk, dan jenis serta teknis pengajuan perizinan usaha.
Pengeringan Tanaman Obat Cakar Ayam dan Rosela
Mahasiswa yang kerap disapa Hakim itu menjelaskan, ada empat tahapan khusus melakukan pengeringan tanaman cakar ayam menggunakan oven. Tahapan itu di antaranya, cuci tanaman dengan air mengalir, tiriskan di nampan, masukkan ke oven dengan suhu 50 derajat celcius selama dua jam, dan angkat dari oven.
“Tidak hanya menggunakan oven, pengeringan tanaman cakar ayam juga dapat menggunakan sinar matahari langsung. Tahapannya yaitu cuci tanaman dengan air mengalir, tiriskan di nampan, lalu keringkan di bawah sinar matahari selama empat jam. Kemudian, jemur selama dua hari di jam yang sama,” ucap Hakim.

Selain itu, mahasiswa kelahiran Kota Pekanbaru tersebut menyebutkan, pengeringan tanaman rosela tidak jauh berbeda dengan tanaman cakar ayam. Yang membedakan pengeringan dengan oven yaitu pada tahapan pengovenan diharuskan selama tiga sampai empat jam.
Selanjutnya, pengeringan rosela menggunakan sinar matahari berbeda pada tahapan pengeringan di bawah sinar matahari yang membutuhkan waktu empat jam dan dijemur selama tiga hari di jam yang sama.
Strategi Branding Produk
Materi pelatihan selanjutnya adalah perihal strategi branding produk. Hakim menjelaskan, strategi branding produk dapat ditonjolkan melalui keunggulan produk.
“Produk jamu mocktail ini memiliki keunggulan berupa jamu dengan kemasan celup, bahan utama produksi dihasilkan dari proses budidaya langsung, dan dijualbelikan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat,” tegas Hakim.
Jenis dan Teknis Pengajuan Perizinan Usaha
Sementara itu, Presti Dewi Intan salah satu anggota lain membahas perihal pengajuan izin usaha. Ia mengatakan, pengajuan perizinan usaha dapat dilakukan melalui perizinan menggunakan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Produsen harus melengkapi data informasi produknya pada label. Meliputi nama produk, berat bersih, tanggal dan kode produksi, informasi nilai gizi, komposisi, halal, keterangan kaduluarsa, asal usul bahan tertentu, dan keterangan lainnya” ucap mahasiswa kelahiran Maret 2003 tersebut.
Salah satu anggota lainnya, Husnul Hotijah, menerangkan bahwa alur registrasi pangan melalui BPOM mudah dilakukan. “Beberapa tahapan yang perlu dilakukan di antaranya masukkan data perusahaan, terbit user ID dan password, login, masukkan dokumen pendukung, terbit surat bayar, lakukan proses pembayaran, evaluasi, verifikasi, dan validasi petugas. Dan terbitlah nomor izin edarnya. Bagaimana? Nggak ribet, toh?,” ucap Husnul kepada peserta. (*)
Penulis: Afan Alfayad
Editor: Binti Q. Masruroh





