Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Ajarkan Teknik Hidroponik di Desa Kali Tengah Lamongan

Kegiatan Pelatihan Hidroponik di Balai Desa Kalitengah. (Foto: M. Fachrizal Hamdani)

UNAIR NEWS – Menjelang akhir masa KKN BBK ke-67, Mahasiswa UNAIR adakan pelatihan hidroponik pada warga Desa Kalitengah, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Dilaksanakan di Balai Desa Kalitengah, kegiatan pelatihan yang bertajuk “Hydroponic Planting Training” tersebut berlangsung pada Selasa, (31/1/2023).

Muhammad Fachrizal Hamdani selaku ketua KKN BBK 67 Kalitengah menjelaskan, pelatihan hidroponik tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya potensi pertanian yang dimiliki oleh Desa Kalitengah. Akan tetapi, besarnya potensi pertanian justru tidak seimbang dengan luasnya lahan pertanian yang ada. Dengan kata lain, lahan pertanian di Desa Kalitengah masih terbatas.

“Kegiatan ini juga diadakan karena potensi pertanian yang besar namun lahannya terbatas. Jadi, tidak semua warga desa memiliki halaman rumah yang dapat ditanami pohon. Oleh karena itu, kegiatan hydroponic planting digagas untuk memanfaatkan potensi tersebut,” kata Fachrizal.

Selain karena besarnya potensi pertanian, pelatihan hidroponik tersebut juga dijalankan lantaran besarnya antusiasme warga Desa Kalitengah, khususnya kalangan anggota PKK. 

“Ibu-Ibu PKK memiliki tingkat antusias tinggi terhadap kegiatan tanam menanam. Sejauh ini tingkat antusias warga terkait kegiatan tanam menanam hanya sebatas dalam Toga. Namun setelah ditanyakan singkat sebelum kegiatan dimulai, ternyata warga merespons baik terkait tanaman hidroponik,” ujar Fachrizal.

Lebih lanjut, Fachrizal menuturkan bahwa kegiatan pelatihan hidroponik diawali dengan melakukan survei serta merancang konsep kegiatan. Adapun dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui dua tahapan, yakni penyampaian materi, praktik, dan post-test. Hasilnya, melalui kegiatan tersebut, warga Desa Kalitengah khususnya kalangan ibu-ibu PKK mengaku tertarik untuk mengembangkan.

“Sebelum materi akan disampaikan, ibu-ibu PKK diarahkan untuk mengerjakan pretest mengenai tanaman hidroponik. Setelah itu, penyampaian materi seputar pengertian, teknik, manfaat, dan kelebihan/kekurangan tanaman hidroponik. Lalu, dilanjutkan dengan praktik,” terangnya.

“Setelah itu, ada post-test yang harus dikerjakan oleh ibu-ibu PKK untuk melihat tingkat pemahaman ibu-ibu PKK terkait penanaman tanaman hidroponik. Hasil menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK sangat tertarik dengan tanaman hidroponik dan ingin segera mempraktikkannya,” imbuhnya. 

Pada akhir, selaku ketua, Fachrizal berharap bahwa pelatihan hidroponik yang ia gagas bersama tim KKN tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan di Desa Kalitengah. Ia juga berharap bahwa masyarakat dapat terus mengembangkan ilmu dari pelatihan tersebut sehingga mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh Desa Kalitengah.

“Saya berharap penanaman tanaman hidroponik ini dapat berlanjut meskipun kami kelak akan meninggalkan desa ini. Selain itu, saya harap kegiatan ini bisa menjadi pemantik penanaman hidroponik bagi Desa Kalitengah agar mereka dapat mengembangkannya lebih baik seperti pembangunan tanaman hidroponik dengan skala besar,” pungkasnya.

Penulis: Yulia Rohmawati

Editor: Khefti Al Mawalia