Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Bagikan Pengalaman Saat Studi di Taiwan

UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR kembali meraih kesempatan belajar di luar negeri melalui beasiswa New Southbound Policy Elite Study Program 2024 (NSP 2024) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Taiwan. Kesempatan tersebut diraih oleh Muhammad Dzaky Irsyad Naufal, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK). Dzaky berkesempatan belajar di National Pingtung University of Science and Technology (NPUST).

Kendala bahasa yang dialami Dzaky tidak menghalangi semangatnya untuk melatih kemampuan berbahasa bahasa Mandarin. Untuk itu, Dzaky memutuskan untuk mengikuti lomba Mandarin Speaking Competition. Dalam lomba tersebut, Dzaky bersaing dengan berbagai mahasiswa internasional yang menempuh studi di NPUST dan berhasil meraih juara pertama.

“Setelah berusaha beradaptasi dengan bahasa yang sangat sulit. Kami memutuskan untuk mengikuti lomba Mandarin Speaking Competition dan alhamdulillah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan memperoleh juara 1 di perlombaan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa bahasa bukan menjadi hambatan untuk menjadi mahasiswa aktif. “Dengan menjadi mahasiswa aktif banyak pelajaran yang akan didapatkan dan berguna di masa depan,” ungkapnya.

Dzaky juga memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penelitian bersama para mahasiswa doktoral tentang pemanfaatan mikroalga sebagai bahan pangan alternatif untuk penderita penyakit celiac atau sensitif terhadap gluten. Penelitian tersebut dibimbing langsung oleh Prof Jenshinn Lin. 

“Selain penelitian bersama mahasiswa S3, aku juga dibimbing dan aktif diskusi dengan profesorku di laboratorium. Pengalaman itu sangat seru buat aku tetapi aku tetap harus menyesuaikan dengan kecepatan kerja mereka saat penelitian. Jadi, sedikit challenging buat aku,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa penelitian di Taiwan sangat berkesan karena lingkungannya berbeda dengan di Indonesia. Penelitian di Taiwan bisa dilakukan selama 24 jam di laboratorium. “Aku sempat menginap seminggu di laboratorium,” tambahnya.

Dzaky juga ikut serta dalam kegiatan Indonesian Festival 2024 di Taiwan. Kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) untuk mengenalkan budaya dan sejarah Indonesia. Saat itu mereka menampilkan drama tentang pertempuran 10 November dan berhasil dihadiri oleh 300 audiens.

“Kita juga menyediakan konsumsi makanan dan minuman khas Indonesia. Jadi, sekalian mengenalkan ke mereka kalau Indonesia punya banyak sekali makanan khas,” tegasnya.

Bukan hanya itu, di tahun 2024 bertepatan dengan 100th Anniversary NPUST yang digelar cukup meriah. Dzaky bersama mahasiswa PPI lainnya memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenalkan makanan dan minuman khas Indonesia.

“Di sana PPI NPUST membuka booth yang menjual berbagai makanan dan minuman khas Indonesia seperti nasi padang, mie goreng, nasi liwet, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Penulis: Septy Dwi Bahari Putri

Editor: Khefti Al Mawalia