n

Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Beri Pelatihan Tanggap Bencana di Mojokerto

Pelatihan tanggap bencana
KERJA SAMA: Sejumlah peserta pelatihan tanggap bencana berusaha memadamkan api dalam simulasi pemadaman kebakaran.

UNAIR NEWS – Fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia, bencana seperti banjir, kekeringan, serta longsor, sering dianggap sebagai gejala alam dan takdir. Padahal, fenomena itu lebih sering terjadi karena manusialah yang salah mengurus hutan serta aset alam.

Merespons hal itu, Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM KM Universitas Airlangga mengadakan pelatihan tanggap bencana yang bekerja sama dengan PMI, pemadam kebakaran (damkar), dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Pelatihan tersebut dikemas dalam sebuah Festival Desa di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (11/11).

Festival Desa merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat (pengmas) oleh mahasiswa. Ketua BEM KM UNAIR Anang Fajrul menyatakan, kampus, terutama mahasiswa, harus ikut ambil bagian dan bersinergi dengan masyarakat guna meningkatkan perekonomian serta taraf hidup mereka di desa. Karena itu, kegiatan pengmas tersebut diadakan.

”Pengmas ini merupakan salah satu upaya kami sebagai mahasiswa dan civitas kampus untuk bisa memberikan karya terbaik kepada masyarakat. Tentu mahasiswa wajib ikut andil dalam membangun dan mengembangkan potensi desa,” ujar mahasiswa ilmu politik itu.

Lokasi pengmas dipilih dengan pertimbangan, Desa Sajen nanti dapat menjadi contoh bagi perkembangan desa-desa yang lain. “Lokasi di Desa Sajen dipilih karena kami melihat potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Termasuk budaya di daerah tersebut bisa kita jadikan awal pengembangan dan contoh bagi daerah-daerah lain,” ujar Anang.

Dalam pengmas yang terselenggara selama dua hari tersebut, kegiatan yang dilakukan bukan hanya pelatihan tanggap bencana. Kegiatan lainnya, antara lain, penggalian potensi desa, gerakan bersih desa, pasar murah, pentas seni, pameran potensi desa, dan senam bersama.

Tak kurang dari 80 partisipan dari mahasiswa mengikuti acara itu. Mereka terdiri atas anggota BEM dan volunteer. Selain mahasiswa UNAIR, BEM KM melibatkan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dan siswa SMA Negeri 1 Gondang, Mojokerto.

Dalam pengmas tersebut, masyarakat terlihat sangat antusias dan mengapresiasi acara mahasiswa UNAIR itu. ”Ini menunjukkan adanya sinergitas antara mahasiswa dan masyarakat, kampus, serta desa,” ujar salah seorang warga. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Feri Fenoria