Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Hadirkan ROBOTRASH Tong Sampah Otomatis Edukatif

Potret Siswa MTS Wahid Hasyim 02 Dau dalam Proses Pembelajaran Interaktif. (Foto: Istimewa)
Potret Siswa MTS Wahid Hasyim 02 Dau dalam Proses Pembelajaran Interaktif. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat berbasis inovasi dan teknologi. Melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR 2025, mahasiswa UNAIR menggelar kegiatan ROBOTRASH: Tong Sampah Otomatis di MTS Wahid Hasyim 02 Dau, Kabupaten Malang, pada Sabtu (10/1/2025).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kebersihan dan kepedulian lingkungan siswa melalui pendekatan teknologi sederhana yang aplikatif dan edukatif. ROBOTRASH dirancang sebagai tong sampah otomatis yang dapat membuka dan menutup secara mandiri dengan membaca gerakan sensorik tangan pengguna.

Dirjen Sosial dan Masyarakat Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR  Vincentius Nolan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan siswa dalam membuang sampah.

“ROBOTRASH kami hadirkan sebagai solusi berbasis teknologi yang lebih higienis sekaligus edukatif untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini,” ujar Vincentius. Selain memperkenalkan teknologi, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan alat, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis.

Pemateri kegiatan, Alfred Aruan, mahasiswa Teknik Elektro UNAIR, memaparkan bahwa ROBOTRASH bekerja menggunakan sensor ultrasonik, Arduino Uno, dan motor servo.

“Ketika tangan atau sampah terdeteksi dalam jarak tertentu, sistem akan mengirim perintah agar tutup tong terbuka otomatis, lalu menutup kembali setelah beberapa detik,” jelas Alfred. Menurutnya, teknologi sederhana ini dipilih agar mudah dipahami oleh siswa tingkat madrasah tsanawiyah.

Potret Siswa MTS Wahid Hasyim 02 Dau dalam Proses Pembelajaran Interaktif (Foto: Istimewa)

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka terlibat aktif dalam perakitan ROBOTRASH hingga sesi kuis mengenai fungsi komponen.

“Anak-anak tidak hanya melihat, tetapi ikut merakit dan memahami fungsi setiap bagian. Ini yang membuat mereka cepat paham dan tertarik,” tutur Vincentius.

Sebanyak empat unit ROBOTRASH hasil praktik diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk keberlanjutan program.

Kegiatan ROBOTRASH mencerminkan peran mahasiswa UNAIR dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat berbasis inovasi ramah lingkungan. “Mahasiswa tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga nilai kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sosial,” ungkap Vincentius.

Ke depan, panitia berharap siswa dapat mengembangkan ROBOTRASH secara mandiri dan menularkan pengetahuan tersebut kepada siswa lain. Dengan demikian, inovasi sederhana ini harapannya mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. (*)

Penulis: Nafiesa Zahra

Editor: Khefti Al Mawalia