n

Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Menangkan Film Inspirasi Terbaik

Mahasiswa anggota sinematografi saat menerima penghargaan film pendek berlangsung di XXI Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (1/11). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga tak henti-hentinya mengukir prestasi. Kali ini, prestasi membanggakan diraih oleh lima mahasiswa perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sinematografi yang memperoleh penghargaan film inspirasi terbaik melalui Festival Film Pendek Pemuda Kreatif Indonesia 2016.

Film yang memperoleh penghargaan tersebut berjudul Setetes Koin, bertemakan lingkungan dan mengambil setting di tiga tempat yakni di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Festival film pendek diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga dengan mengangkat tema pemuda kreatif Indonesia menjawab tantangan global.

Lima mahasiswa UNAIR itu adalah Rizki Kurniawan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) selaku sutradara, Lafreenda Tialoka Mitadiar (FIB) sebagai talent, Adam Arif Makarim (FIB) sebagai editor, Nindita Naisella (FIB) sebagai art, dan Moch Ilham Prasetya (FST) sebagai talent.

Pemutaran film pendek berlangsung di XXI Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (1/11). Kepada reporter UNAIR NEWS Rizki mengungkapkan, pada mulanya mengalami beberapa kesulitan dalam mencari ide pembuatan film.

“Awalnya susah cari ide, terus deadline mepet banget yaitu tanggal 20 Oktober. Seminggu sebelum lomba kita bikin. Krunya juga apa adanya yang easy going pokoknya. Sempet bolos kuliah juga,” ungkap Rizki sambil tertawa.

Sang sutradara juga mengatakan, ketika ide cerita matang dan jadi, pra produksi hanya dilakukan sekali saja. Padahal sebelum syuting, mestinya pra produksi dilaksanakan berulang kali. Butuh sekitar tiga hari untuk melakukan proses produksi disebabkan lokasi yang dibutuhkan beraneka ragam.

Ditambah lagi, deadline pengumpulan film yang semakin mepet, sedangkan tim sinematografi harus berhadapan dengan proses editing yang membutuhkan waktu cukup lama.

“Waktu itu deadline sudah tinggal beberapa jam lagi. Tapi alhamdulillah jadi dan selesai,” ungkapnya.

Film yang telah selesai masa pengeditan dikirim ke alamat email perlombaan. Tanpa disangka-sangka, film yang dibuat dalam waktu cepat tersebut masuk ke dalam sepuluh finalis.

“Sempat heran dan kaget, sih. Diundanglah kita ke Jakarta. Di sana film-film yang diputar adalah lima dari 10 finalis. Sempat pesimis karena lawannya ‘ngeri’. Tapi pas film awal diputar, wah senang banget bumper sinema diputar, tandanya film Setetes Koin lolos. Itu pertama kalinya seumur hidup nonton film sendiri di bioskop gede sekelas XXI. Maklum biasanya nonton filmnya orang,” ucap Rizki bangga.

Untuk berhasil mendapat juara, tentu proses yang dilalui tidaklah mudah. Rizki juga menceritakan pengalamannya bersama kru yang bersembunyi dari pantauan satpam di Graha Amerta demi mendapatkan angle syuting yang bagus. Karena proses yang sangat merepotkan, Rizki dan kru nekat naik ke atas bangunan yang masih dalam tahap pembangunan tanpa mengantongi izin.

“Pas syuting, ember yang kita pakai jatuh dari rooftop gara-gara kena angin. Bayangkan saja kalau embernya ilang. Wassalam, kita nggak lanjut syuting. Tapi untungnya ketemu,” tutupnya. (*)

Editor    : Binti Q. Masruroh