UNAIR NEWS – Mahasiswa saat ini dianggap sebagai agen perubahan, terutama dalam menyampaikan aspirasi pada pemerintah. Memahami peran aspirasi mahasiswa, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Sekolah Legislatif (SELEGTIF) pada Minggu (18/10/2025). Kegiatan berlangsung pada Aula Maleo, Gedung Medang Kampus Dharmawangsa-B.
Ketua pelaksana, Nazwa Fibril Salsabila menyampaikan kegiatan SELEGTIF mengajak mahasiswa dalam memahami nilai-nilai dasar seorang legislator. “Kami berharap Selektif 2025 ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengulik dunia legislatif dengan cara yang lebih terbuka dan interaktif,. Bukan hanya mendengar, tetapi juga berpikir secara kritis,” ucap Nazwa. Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Dekan I, Dr. Andi Estetiono S.E. M.M. menegaskan pentingnya semangat mahasiswa terhadap perubahan zaman. “Anak muda harus semangat dan menerapkan nilai agile. Generasi sekarang harus bisa bergerak cepat dan berpikir kritis,” ujarnya.
Mahasiswa sebagai Pengawas Kebijakan Publik
SELEGTIF mengupas isu dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Ony Setiawan S.E. selaku anggota komisi B DPRD Jawa Timur sebagai narasumber pertama. Ony menyoroti peran sentral mahasiswa sebagai agent of change dan kontrol sosial pada masa transisi advokasi digital. Ony menekankan peran mahasiswa bukan hanya relevan, namun keniscayaan.
“Perubahan itu selalu datang dari kelompok intelektual. Sepanjang sejarah, kelompok intelektual merupakan kalangan menengah yang mampu melakukan analisis, penulisan, serta kontrol sosial terhadap kebijakan publik. Oleh karena itu, mahasiswa bukan sekadar relevan, melainkan wajib menjadi agent of change, karena hal tersebut merupakan keniscayaan,” yakin Ony.
Ony Setiawan menyadari perubahan cara penyampaian aspirasi mahasiswa, dari demonstrasi klasik menuju pendekatan dialog. Ia menilai demonstrasi masih harus dipertahankan untuk menarik perhatian publik.“Demonstrasi tetap diperlukan untuk menarik perhatian terhadap isu publik, tetapi di era digital cara penyampaian aspirasi menjadi lebih mudah. Melalui poster, video, dan media sosial, mahasiswa sudah dapat membangun persepsi masyarakat,” ungkap Ony. Lebih lanjut, Ony menegaskan penyampaian aspirasi secara tatap muka tetap perlu dilakukan agar tidak terjadi distorsi informasi.
Menumbuhkan Nilai Kebangsaan dan Semangat Legislasi pada Mahasiswa
Dalam sesi kedua, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H. selaku anggota Komisi E DPRD Jawa Timur membagikan pandangan mengenai peran strategis legaslatif sebagai wadah aspiratif rakyat. Menurutnya, legislator bukan hanya sekedar jabatan politik, namun bentuk tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Cahyo juga menyoroti pentingnya nilai dasar kebangsaan sebagai landasan moral dan pembentukan karakter generasi muda. “Yang membuat Indonesia masih kuat sampai hari ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat hal ini harus diimplementasikan oleh seluruh bagian Republik Indonesia. Kuncinya hanya satu, yaitu semangat gotong royong dan tenggang rasa. Dua hal ini akan muncul apabila masyarakat memiliki kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga semangat mencapai tujuan nasional,” jelas Cahyo.
Berkaitan dengan salah satu tupoksi komisi E, Cahyo membahas rendahnya tingkat literasi masyarakat di tengah pertambahan pengguna internet di Indonesia. Ia menilai mahasiswa mempunyai kewajiban untuk terus memperdalam ilmu serta kritis dalam menyampaikan aspirasi.
Nama: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





