UNAIR NEWS – Kesempatan emas datang bagi Wanda Dya Arneni, mahasiswa Magister Biologi Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil meraih Beasiswa Canada-ASEAN SEED (Scholarships and Educational Exchanges for Development) 2024. Melalui program ini, ia mendapatkan pengalaman akademis dan penelitian di Dalhousie University, Kanada, salah satu institusi terkemuka di dunia.
Meneliti Mikroba untuk Masa Depan Pertanian
Di bawah bimbingan Assoc Prof Lord Abbey dan Dr Raphael Ofoe, Wanda meneliti peran bakteri menguntungkan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Riset ini memiliki relevansi tinggi bagi pertanian berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut.
“Penelitian saya bertujuan mencari solusi biologis untuk membantu tanaman bertahan dalam kondisi ekstrem,” ujar Wanda. Dengan fasilitas laboratorium canggih di Dalhousie, ia memperdalam teknik penelitian mikrobiologi sekaligus memperluas wawasan akademiknya.
Selain itu, budaya kolaboratif di Dalhousie menjadi pengalaman baru baginya. “Setiap mahasiswa dan peneliti di sini saling mendukung dalam pemecahan masalah. Diskusi berjalan sangat terbuka dan inovatif,” tambahnya.
Tantangan dan Adaptasi di Negeri Orang
Belajar dan tinggal di negara dengan budaya yang sangat berbeda menjadi pengalaman penuh tantangan. Wanda harus beradaptasi dengan kehidupan di Kanada, mulai dari bahasa, kebiasaan sosial, hingga suhu ekstrim musim dingin yang menjadi pengalaman pertamanya.
“Saya sangat terkesan dengan keramahan orang Kanada. Hal-hal kecil seperti membukakan pintu atau menyapa dengan tulus membuat saya merasa diterima,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa Muslim, ia sempat khawatir tidak diterima di lingkungan mayoritas non-Muslim. Namun, keterbukaan masyarakat Kanada terhadap keberagaman budaya dan agama membuatnya merasa aman dan m.
“Saya bahkan sering mendapat pertanyaan tentang hijab dan Islam, bukan dalam bentuk prasangka, tetapi rasa ingin tahu yang positif,” tambahnya.
Menjalin Jejak Internasional untuk Masa Depan
Program Canada-ASEAN SEED tidak hanya memperkaya keilmuan Wanda, tetapi juga memperluas jaringan profesionalnya. Ia berkesempatan menjalin hubungan dengan peneliti, dosen, serta mahasiswa dari berbagai negara yang membuka peluang kerjasama akademik di masa depan.
“Saya sangat bersyukur atas dukungan Airlangga Global Engagement (AGE) dan tim penyelenggara program yang membantu sejak awal pendaftaran hingga keberangkatan,” ujar Wanda.
Ia pun berencana menerapkan ilmunya untuk mengembangkan penelitian mikrobiologi di UNAIR serta mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk mengambil peluang internasional.
“Saya ingin berbagi pengalaman dengan mahasiswa lain dan mendorong mereka untuk berani melangkah ke luar negeri. Kunci utama adalah persiapan matang, mulai dari TOEFL, proposal riset yang kuat, hingga mencari supervisor yang tepat,” tuturnya.
Penulis: Fiona Lim
Editor: Ragil Kukuh Imanto





