Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Raih Juara II Taekwondo FISIP UI, Tunjukkan Semangat Juang di Tengah Cedera

Ahmad Rafli Ramadhan Juara II Taekwondo Affiliation of FISIP (ATF UI) (Foto: Narasumber)
Ahmad Rafli Ramadhan Juara II Taekwondo Affiliation of FISIP (ATF UI) (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS Ahmad Rafli Ramadhan Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Juara II dalam ajang Taekwondo Affiliation of FISIP Universitas Indonesia (UI). Prestasi tersebut diraih berkat semangat pantang menyerah, ketekunan latihan, dan dukungan penuh dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UNAIR.

Perjalanan Menuju Kompetisi

Berawal dari keaktifannya di UKM Taekwondo, Rafly mulai menekuni latihan secara rutin dan mengikuti program Trading Center untuk mempersiapkan atlet dalam kompetisi. Persiapan menuju pertandingan dilakukan dua hingga tiga bulan, dengan latihan intensif satu minggu penuh menjelang pertandingan. Tidak hanya latihan fisik, persiapan yang ketat juga ia berlakukan pada pola makan dan pola tidur agar kondisi tetap prima.

Dalam mengikuti kejuaraan tersebut, Rafly memberanikan diri pada pengalaman pertamanya di bidang kyorugi. Ia mengungkapkan jika motivasi utama mengikuti kejuaraan adalah keinginan memberikan prestasi untuk almamater. “Kalau dari pelatih, saya memang disarankan untuk ikut. Tapi dorongan terbesar datang dari diri sendiri, yang mana ini adalah pengalaman pertama ikut kejuaraan,” ujarnya.

Perjuangan di Tengah Cedera

Saat bertanding, ia harus menghadapi lawan-lawan berat di kelas dengan bobot tinggi, dan atlet-atlet nasional. Saat memasuki babak semifinal, Rafly mengalami cedera kaki, tapi tetap melanjutkan pertandingan hingga babak final. “Di semifinal kaki saya sempat cedera, tapi tetap lanjut ke final. Di babak terakhir final sempat cedera lagi, tapi saya terus berusaha untuk menyelesaikan pertandingan,” ceritanya.

Walau akhirnya harus puas di posisi kedua, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya. Ia mengaku banyak belajar di pengalaman pertamanya. “Waktu pertama kali lihat lawan, sempat mikir ‘wah lawannya keren’, tapi pelatih saya selalu bilang kalo semua atlet sama. Jadi yang penting fokus dan yakin pada kemampuan sendiri,” tambahnya.

Sebagai penutup, Rafly memberikan pesan kepada mahasiswa agar tidak takut untuk mencoba dan tidak menjadikan latihan sebagai beban, melainkan sebagai penyemangat di tengah sibuknya perkuliahan. 

“Jangan pernah bertanding karena lawannya siapa, tapi karena ingin berkembang. Terus latihan meskipun tidak ada lomba. Jadikan latihan sebagai refreshing dari perkuliahan, karena dari situlah peluang berprestasi bisa datang,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid

Editor: Ragil Kukuh Imanto