Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Esai tentang Urgensi Literasi Digital

Pengumuman juara tiga lomba esai. (Foto: SS milik Richo Andrianto)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, UNAIR raih prestasi gemilang dalam kompetisi penulisan esai nasional. Kompetisi bergengsi itu terselenggara oleh Forum Studi Pengembangan Islam, FISIP, Universitas Lampung. 

Dalam ajang tersebut mengangkat tema “Semarak Kreativitas Islami untuk Mewujudkan Generasi Rabbani Mengukir Kemilau Prestasi”. Dengan menuangkan gagasan ilmiah terkait urgensi literasi digital dalam moderasi beragama, Richo Andrianto berhasil menduduki posisi ketiga.

Setelah memenangkan kompetisi, Richo sapaan akrabnya membagikan pengalaman membanggakan tersebut. Melalui wawancara via seluler pada Rabu (25/10/2023), Richo mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan media sosial yang tidak memiliki batasan akses informasi.

“Sekarang banyak orang dengan mudah mengakses internet. Mereka bisa mendapat informasi dari berbagai pihak tanpa ada penyaringan berita sehingga perolehan informasi belum tentu kebenarannya,” tuturnya.

Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Esai tentang Urgensi Literasi Digital

Bermedsos Perlu Literasi Digital

Kemudahan penyebaran informasi melalui media sosial, sambung Richo, menimbulkan permasalahan. Menurutnya berawal dari media sosial dapat memicu penyebaran hoaks, ancaman, dan disinformasi.

“Saya pernah menemukan konten tentang pemahaman agama yang radikal dan ekstrim dari sejumlah kelompok. Penyebaran konten yang tidak benar seperti itu justru memicu terjadinya konflik,” ungkapnya.

Berawal dari realitas tersebut, Richo menawarkan solusi melalui esai yang berjudul “Peningkatan Literasi Digital dalam Moderasi Beragama sebagai Aktualisasi Karakter Generasi Rabbani di Era Disrupsi Digital”. Dia menyimpulkan bahwa literasi digital berperan penting dalam menyaring informasi.

“Penggunaan media sosial 24 jam nonstop harus berimbang dengan menerapkan bijak penyaringan berita yang ada. Apabila setiap orang menerapkan literasi digital secara baik maka dampak buruk medsos dapat terhindari,” ujarnya.

Lebih lanjut Richo mengungkapkan prinsip literasi digital maupun edukasi dan pencegahan dapat memberikan pemahaman moderat kepada masyarakat luas. Selain itu, tambahnya, melalui cara tersebut bisa menjadi solusi ketika menghadapi tantangan.

“Adanya literasi digital sangat membantu memahami informasi yang selalu muncul di media sosial. Literasi digital ini dapat berupa edukasi pemahaman moderat, pembuatan konten literasi berupa visual dan audio visual, dan pengembangan promosi toleransi,” pungkasnya.

Penulis: Iratri Puspita

Editor: Nuri Hermawan

Baca Juga: Intip Serunya Mahasiswa UNAIR Ikuti Magang Merdeka di PT Rekaindo Global Jasa