Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi Internasional di EuFire 2025 Lewat Inovasi Nutrimart

Tim UNAIR Sukses Meraih 2 Penghargaan di Ajang EuFire: International Fusion Invention Research Exhibition Competition 2025 (27/11/2025) (Dokumentasi: Narasumber)
Tim UNAIR Sukses Meraih 2 Penghargaan di Ajang EuFire: International Fusion Invention Research Exhibition Competition 2025 (27/11/2025) (Dokumentasi: Narasumber)

UNAIR NEWS – Prestasi kancah internasional kembali UNAIR rengkuh melalui Tiga mahasiswa lintas program studi. Mereka berhasil meraih gold medal for invention product, dan Best presenter for Undergraduate Category di ajang EuFire: International Fusion Invention Research Exhibition Competition 2025. Kompetisi ini berlangsung di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan University of Wollongong Malaysia, pada (27/11/2025).

Tim UNAIR yang terdiri dari Angelina Moonieque Firdayanti Prayoga (FKG), Ficky Yulianto Tri Saputra (FV), dan Shima Maharani Onessis (FV) tersebut berkompetisi di bidang Health Tech, sebagai bentuk kontribusi terhadap SDGs 3 dan SDGs 12. Mereka dibimbing oleh Dr Amaliyah SAB MM, dosen D4 Manajemen Perkantoran Digital

Inovasi Nutrimart untuk Pola Makan Lebih Sehat

Dalam kompetisi tersebut, tim UNAIR menghadirkan karya berjudul Nutrimart: A Eutrophic-Based Nutrition Assistant to Encourage Personalized and Sustainable Dietary Habits.

Angelina mengaku bahwa Inovasi ini muncul dari fenomena meningkatnya penyakit tidak menular dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan nutrisi harian. Inovasi ini ia rancang sebagai asisten nutrisi digital yang mampu membaca dan mengolah informasi gizi dari struk belanja harian, sehingga pengguna dapat memahami pola konsumsi mereka secara lebih personal dan berkelanjutan.

“Banyak orang ingin makan lebih sehat, tetapi tidak tahu mulai dari mana. Melalui Nutrimart, kami ingin membuat pemantauan nutrisi menjadi sederhana dan mudah diakses,”ujar Angelina.

Kolaborasi Lintas Disiplin Jadi Kunci

Meskipun berasal dari lintas prodi, mereka mampu membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi modal terbesar dalam mengembangkan Nutrimart. Ficky menambahkan jika setiap anggota tim menyumbangkan gagasan unik, mulai dari kesehatan, teknologi, hingga manajemen data.

Selain itu, ia juga menjelaskan masing-masing keterampilan anggota berperan penting selama kompetisi, seperti literasi riset dan analisis ilmiah, komunikasi presentasi, critical thinking dan problem solving, serta manajemen waktu. “Persiapan kompetisi internasional cukup padat, sehingga pembagian peran dan konsistensi kerja tim sangat membantu proses penyelesaian karya tepat waktu,” tambah Ficky.

Tantangan Menjelaskan Konsep Eutrophic Nutrition kepada Juri Teknik

Lebih lanjut, Shima menjelaskan tantangan terbesarnya muncul ketika tim harus menjelaskan konsep eutrophic-based nutrition system kepada para juri yang sebagian besar berasal dari bidang teknik. Namun, mereka mampu meyakinkan juri, sehingga membuat ide Nutrimart dapat juri terima secara komprehensif oleh para juri.

Meski bersaing dengan peserta berlatang belakang teknik yang kuat, mereka memilih fokus pada persiapan, latihan, dan menjaga mindset positif. “Kita ingin tahu sejauh mana kemampuan kita saat ditempatkan dalam lingkungan yang kompetitif. Sayang kalau kesempatannya ada tapi tidak dimanfaatkan,” ujar mereka.

Sebagai penutup, mereka berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar tidak takut mencoba hal baru. “Wajar kalau ragu atau takut gagal. Tapi justru dari mencoba itulah kita belajar paling banyak. Mulailah dari langkah kecil, keberanian itu akan tumbuh seiring waktu. Tidak akan ada perubahan kalau kita sendiri tidak mulai,” pungkas Ficky.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto