UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Muhammad Zaky Arrasyid, sukses mengantarkan tim Surabaya meraih gelar Juara 1 kategori Junior Putra pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Tangan Jawa Timur 2025. Zaky tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2024.
Ia lolos mewakili Surabaya setelah melalui seleksi terbuka yang diadakan Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Surabaya, mencakup tes ketahanan fisik, uji teknik, hingga simulasi pertandingan (game situation). “Seleksinya cukup ketat, jadi sejak awal saya benar-benar menyiapkan diri untuk total di setiap tahap,” tutur Zaky.
Persiapan Tim dan Kekompakan di Lapangan
Zaky menilai persiapan tim Surabaya sangat matang. Latihan berlangsung selama dua kali seminggu dengan porsi seimbang antara penguatan kemampuan dasar dan simulasi pertandingan. Latihan game situation membuat pemain terbiasa mengambil keputusan cepat di lapangan.
Kekompakan tim juga dibangun dari kebiasaan sederhana. Mereka membiasakan menghabiskan waktu bersama tanpa gawai sebelum bertanding dan menjaga komunikasi terbuka saat evaluasi. “Kami dibiasakan untuk banyak ngobrol langsung, bukan sibuk dengan handphone masing-masing, jadi chemistry di lapangan terasa lebih kuat,” ujarnya. Kebiasaan ini memperkuat kepercayaan antarpemain dan meminimalkan saling menyalahkan saat terjadi kesalahan.
Laga Final dan Makna Juara
Ujian terberat datang di partai final melawan tuan rumah Bojonegoro. Selain menghadapi lawan yang tangguh dengan dukungan suporter kandang, mereka juga harus tetap tenang ketika ada beberapa keputusan wasit yang dirasa kurang menguntungkan. Situasi tersebut sempat mengganggu konsentrasi tim.
Namun, Zaky dan rekan-rekannya memilih untuk fokus pada permainan. Mereka saling mengingatkan agar tidak terpancing emosi dan kembali berkonsentrasi pada taktik yang telah mereka susun. “Kami sepakat, cara terbaik menjawab tekanan adalah tetap main rapi dan tidak terpancing situasi,” kata Zaky. Pendekatan ini membantu mereka mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Sebagai mahasiswa, Zaky merasakan pentingnya dukungan dari kampus dan pelatih. Kampus memberikan dispensasi akademik, sementara pelatih menyediakan mess, akomodasi, konsumsi, dan menegakkan kedisiplinan. Bagi Zaky, gelar Juara 1 ini adalah buah dari proses panjang dan kedisiplinan yang konsisten. “Kejurprov ini mengajarkan kami bahwa jadi juara bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan kepercayaan satu sama lain,” pungkasnya. Ke depan, ia dan tim menargetkan ajang Porprov 2027 dengan persiapan seleksi dan pemusatan latihan yang lebih matang.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





