UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih juara II dan penghargaan Best Individual dalam Business Case Competition Astra Credit Companies (ACC), pada Rabu (30/4/2025) di Berijalan Office, Yogyakarta. Prestasi tersebut diraih oleh Ivan Wijaya Kusumo, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR.
Ivan menyampaikan pada awalnya ia mendaftar secara individu, namun saat pengumuman finalis ia berkelompok bersama dua orang lainnya dari universitas berbeda. “Saya jadi satu tim bersama dua orang dari universitas yang berbeda. Namun kami berhasil menganalisis masalah dan melakukan presentasi dengan baik,” ujarnya.
Car Financing
Dalam lomba ini, ia membahas terkait perubahan preferensi gen-z terhadap car financing. “Kami mendapatkan tantangan untuk menganalisis dan memberi solusi terkait masalah yang terjadi. Yakni perubahan preferensi gen-z terhadap car financing. Kami ingin mencari tahu preferensi Gen-Z terkait perusahaan car financing yang sejenis dengan Astra, terutama yang berada di Indonesia,” katanya.
Berdasarkan temuannya dengan tim, gen-z cenderung lebih menggemari fleksibilitas. Gen-z tidak ingin terikat secara penuh dan susah untuk bergerak. “Jika kredit mobil selama lima tahun atau jangka panjang, maka Gen-Z cenderung merasa susah bergerak selama jangka waktu tersebut,” jelasnya.

Solusi yang Ivan dan tim tawarkan adalah Fleksibel Car Financing. Ide ini menawarkan berbagai opsi pembayaran dan jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan. “Gen-z dapat membeli mobil dengan potensi dapat ditukar bahkan menundanya,” jelas asisten dosen itu.
Individu Terbaik
Selain meraih juara dalam tim, Ivan juga meraih penghargaan Best Individual dari seluruh finalis. Ia menuturkan, dalam pemilihan Best Individual, indikator penilaiannya antara lain keaktifan, kemampuan presentasi, kemampuan analisis, beserta teamwork.
Lebih lanjut, Ivan juga menyampaikan dalam meraih penghargaan tersebut perlu banyak industrial knowledge. “Car financing merupakan bisnis yang cukup sukar di kalangan gen-z karena memang masih banyak sekali gen-z yang belum tahu tentang industri tersebut,” imbuhnya.
Selain pengetahuan terkait industri, skill problem solving, analytical thinking dan juga critical thinking menjadi skill yang disoroti oleh Ivan. “Kebanyakan lomba business case pasti melibatkan ketiga skill tersebut, jadi itu merupakan faktor penilaian yang sangat penting,” kata Wakil Presiden DWDG UNAIR itu.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





