Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswi UNAIR Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Cair, Wujudkan Aksi Nyata lewat Beasiswa Pertamina

Sosok Nita saat menanam bibit pohon dalam kegiatan Sobat Bumi UNAIR “Bumiku Asri, Pangan Berdikari.” (Foto: Narasumber)
Sosok Nita saat menanam bibit pohon dalam kegiatan Sobat Bumi UNAIR “Bumiku Asri, Pangan Berdikari.” (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Qonitah Tsaniyah atau Nita, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga angkatan 2024, berhasil menunjukkan kreativitas dan kepedulian sosial. Lewat Beasiswa Pertamina Sobat Bumi, Nita tidak hanya belajar. Ia juga mengaplikasikan ide untuk memberdayakan masyarakat dan menjaga lingkungan secara nyata.

Menggabungkan Kreativitas dan Aksi Nyata

Nita memiliki minat besar di public speaking, desain grafis, video editing, dan pengelolaan media sosial. Ia memadukan kemampuan ini dengan aksi nyata. Salah satunya, ia membuat sabun cair dari minyak jelantah untuk komunitas lokal. Prosesnya didokumentasikan menjadi konten edukatif di media sosial agar pesan ramah lingkungan tersampaikan secara menarik dan inspiratif kepada banyak orang.

“Program ini bukan sekadar akademik. Aku bisa bertemu orang hebat dan belajar langsung dari masyarakat. Jadi, terasa nyata dampak ide kita,” ujar Nita. Program ini membantunya berkembang, berjejaring, serta mengasah kreativitas dan kepedulian sosial dengan lebih baik.

Nita saat mengikuti aksi Sobat Bumi UNAIR “Bumiku Asri, Pangan Berdikari” melalui kegiatan workshop Budikdamber dan penanaman 100 bibit pohon pada Sabtu (6/9/2025). (Foto: Narasumber)
Tantangan Program dan Tahap FGD

Selama program, Nita terlibat langsung dalam aksi Sobat Bumi dan bersiap untuk tahap Desa Energi Berdikari. Tahap ini menuntut perencanaan konsep dan inovasi berbasis 4E: energy, environment, economy, dan education. Ia juga harus berkoordinasi dengan masyarakat secara aktif.

“Tantangan terbesar tapi paling menarik adalah menciptakan program dari nol. Kita bisa melihat hasil nyata dari kerja keras sendiri,” jelasnya.

Tahap FGD menjadi pengalaman berkesan. Dengan ide unik dan inisiatif sebagai moderator, Nita menjaga diskusi tetap lancar. Ia juga menunjukkan kemampuan leadership dan problem solving, yang membantunya lolos seleksi dengan percaya diri.

Inspirasi untuk Mahasiswi UNAIR Lainnya

Menurut Nita, kunci sukses adalah inisiatif, adaptif, dan konsisten. Program ini bukan hanya soal teori, tapi juga aksi nyata dan kerja sama. Tipsnya, jangan takut membahas ide sederhana tapi berdampak besar. Kemas ide dengan kreatif agar fokus bukan hanya lolos, tapi memberi kontribusi nyata yang bermanfaat.

Rencana Nita ke depan adalah memperdalam riset isu lingkungan dan menciptakan inovasi dari masalah sehari-hari. Ia juga ingin menggunakan kemampuan public speaking dan media sosial untuk menyebarkan pesan edukatif yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Pesan buat teman-teman, jangan takut mulai dari hal kecil. Ide besar sering muncul dari hal sederhana. Beasiswa ini bukan hanya untuk orang pintar, tapi bagi yang punya kepedulian dan siap beraksi nyata,” pungkas Nita.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto