UNAIR NEWS – Sebagai salah satu perguruan tinggi berkelas dunia. Universitas Airlangga (UNAIR) membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin menimba ilmu. Kesempatan ini tak hanya terbuka oleh mahasiswa dalam negeri tapi juga mancanegara. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh mahasiswa dari Mahidol University.
Sebanyak 20 mahasiswa Mahidol University akan belajar di UNAIR dalam kurun waktu 7 hari. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Prof Dr Moh Yasin pada Senin (19/6/2023).
Prof Yasin mengatakan bahwa ia merasa senang atas kedatangan mahasiswa dari Mahidol University. Menurutnya hal ini merupakan momen kolaborasi yang baik antara UNAIR dengan Mahidol University. “Kegiatan ini merupakan bagian dari international mobility program yang ada di UNAIR. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kerja sama yang kami jalin,” katanya.
Pelajari SDGs
Sementara itu Dr Rapee Boonplueang sebagai Kepala Departemen Biologi, Faculty of Science Mahidol University mengatakan bahwa kedatangan mereka di UNAIR ingin mempelajari tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Menurut Dr Rapee, UNAIR menjadi tujuan terbaik jika ingin belajar mengenai SDGs.

“Banyak dari mahasiswa kami yang tertarik dengan bagaimana SDGs diterapkan di Indonesia. Kami rasa UNAIR menjadi mitra yang tepat untuk mempelajari hal ini,” tuturnya. Selain mempelajari SDGs, mereka juga tertarik untuk mempelajari wisata dan budaya lokal yang ada di Surabaya.
Pada hari pertama, mereka berkeliling kampus UNAIR. Salah satu yang mereka kunjungi adalah Lembaga Penyakit Tropis (LPT). Di sana mahasiswa Mahidol University melihat langsung bagaimana proses penelitian yang sedang dilakukan di LPT. Tak berhenti sampai di situ, mereka turut mengunjungi Museum Etnografi hingga Gedung Airlangga Sharia and Entrepreneurship Education Center (ASEEC).
Salah satu yang menjadi perhatian bagi Dr Rapee adalah keberadaan ASEEC. Dengan mengunjungi ASEEC, delegasi Mahidol University berkesempatan melihat pemandangan Surabaya dari ketinggian.
“Saya sangat terkejut dengan gedung ini. Gedung ini sangat menarik, sangat besar dan indah. Ini tempat yang baik bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan,” ungkapnya.
Meski ini kali pertama Dr Rapee mengunjungi UNAIR tapi menurutnya kesan yang tercipta dapat menyenangkan hatinya. Menurutnya UNAIR memiliki berbagai program dan penelitian yang menarik. “UNAIR mempunyai lingkungan penelitian yang baik hingga kelompok penelitian yang kuat,” jelasnya.
Banyak Potensi
Setelah mengetahui berbagai fasilitas yang ada di UNAIR, Dr Rapee melihat bahwa akan ada banyak potensi kerja sama yang bisa terjalin. “Saya melihat banyak potensi kerja sama selanjutnya yang bisa Mahidol University dan UNAIR lakukan,” paparnya.

Dr Rapee mengungkapkan bahwa kedekatan yang terjalin antara UNAIR dengan Mahidol University sudah terjalin dengan baik. Lebih lanjut, Mahidol University akan menerima kedatangan kontingen UNAIR jika suatu saat mengunjungi Thailand dengan senang hati.
“Tanpa UNAIR program kami tidak akan berjalan. Jika UNAIR ingin mengirimkan mahasiswa untuk belajar dengan kami maka kami akan dengan senang hati menyambut di sana,” pungkasnya. (*)
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Binti Q. Masruroh





