UNAIR NEWS – Minggu (01/10) HMD Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR telah mengakhiri serangkaian kegiatan SEMESTA (Srawung Bersama Bahasa dan Sastra Indonesia). Kegiatan tersebut merupakan wadah pengenalan lingkungan dan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru pada ranah prodi.
Setelah satu bulan terlaksana, SEMESTA HMD Bahasa dan Sastra Indonesia resmi melaksanakan malam puncak SEMESTA sebagai akhir masa pengenalanan lingkungan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru; yakni “Malam Sutasoma”.
Malam Sutasoma sendiri merupakan malam pertunjukan mahasiswa baru sebagai malam apresiasi mahasiswa baru dan pelantikan untuk komandan tingkat (komting) angkatan baru.
Berbagai tamu undangan turut hadir, mulai dari dosen dan/ pengajar, pembina dan ketua HMD Bahasa dan Sastra Indonesia, hingga para penonton yang hadir dari Prodi atau Fakultas lainnya.

Berbagai Penampilan Menarik
Malam puncak Sutasoma diisi dengan berbagai rangkaian penampilan mengesankan yang telah dipersiapkan selama kurang lebih 2 pekan. Para Mahasastra (sebutan mahasiswa baru Bahasa dan Sastra Indonesia) menyuguhkan berbagai penampilan yang mengesankan tamu undangan.
Setelah dibuka dengan seremonial dan parade bendera, kegiatan berlanjut pada awarding Mahasastra setelah menjalani orientasi selama satu bulan. Menuju puncak, Mahasastra menyuguhkan penampilan musik lalu ditutup dengan penampilan drama yang dikemas dengan apik.
Sebagai puncak acara, penampilan drama yang disutradarai oleh Salsabila Khairun Nadiya mengangkat berbagai isu yang ada di masyarakat. Mulai dari kebangsaan, hak-hak perempuan, hingga kondisi sosial masyarakat. Penyampaian makna oleh para aktor diramu dengan apik dan penuh jenaka. Meski demikian, penampilan drama para Mahasastra berhasil menyuguhkan penampilan penuh moral namun tetap menghibur para penonton.
Langkah Awal Untuk Bersastra
Malam Sutasoma diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para mahasastra untuk mengembangkan bakat dan hobi mereka. Selain itu, Jordan selaku Ketua HMD menyampaikan, “Saya berharap mahasastra dapat menjadikan sasindo menjadi wadah mereka untuk berproses, berkarya, dan berprestasi selama dibangku perkuliahan.”
Jordan juga menambahkan, semoga para Mahasastra dapat turut menorehkan prestasi, baik akademik maupun non-akademik.
Penulis: Syifa Rahmadina
Editor: Feri Fenoria





