Universitas Airlangga Official Website

Manfaatkan Ekstrak Daun Ungu sebagai Sabun Pembersih Gigi Tiruan, Mahasiswa FKG UNAIR Lolos Pendanaan PKM

TIm PKM-RE FKG yang terdiri dari Nimas Ulinar Damessa Sinaga, Calista Arin Parahita, Fahmi Ahmad, Lailatul Maghfiroh Syafa’ati, dan Tomy Aji Wijaya, di bawah bimbingan Dr Ratri Maya Sitalaksmi, drg MKes Sp.Pros(K) (Foto: Istimewa)
TIm PKM-RE FKG yang terdiri dari Nimas Ulinar Damessa Sinaga, Calista Arin Parahita, Fahmi Ahmad, Lailatul Maghfiroh Syafa’ati, dan Tomy Aji Wijaya, di bawah bimbingan Dr Ratri Maya Sitalaksmi, drg MKes Sp.Pros(K) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan inovasi pemanfaatan daun ungu. Pemanfaatan daun ungu bahan utama dalam formulasi sabun pembersih gigi tiruan yang efektif untuk menghambat pertumbuhan mikroba oportunis penyebab denture stomatitis, yaitu Candida albicans.

Ide inovasi ini berawal dari tingginya insiden denture stomatitis pada pasien pengguna gigi tiruan yang mencapai 15% hingga 70%. Untuk mencegah denture stomatitis, gigi tiruan dapat dibersihkan secara rutin menggunakan denture cleanser. Namun, denture cleanser yang selama ini dipakai menggunakan bahan kimia sebagai bahan utama, memiliki efek samping yang buruk.

Berdasarkan latar belakang itu, tim menghadirkan terobosan berupa sabun pembersih gigi tiruan berbahan herbal yang masih belum tersedia di Indonesia. Karya proposal berjudul “Efektivitas Sabun Pembersih Gigi Tiruan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum) terhadap Candida albicans” berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud Ristek-RI).

Tim yang beranggotakan 5 orang, yaitu Nimas Ulinar Damessa Sinaga, Calista Arin Parahita, Fahmi Ahmad, Lailatul Maghfiroh Syafa’ati, dan Tomy Aji Wijaya, di bawah bimbingan Dr Ratri Maya Sitalaksmi, drg MKes Sp.Pros(K) telah memulai rangkaian realisasi program pada 14 Maret 2024. Rangkaian program terdiri dari uji determinasi, persiapan dan pembuatan ekstrak daun ungu, formulasi sabun cair daun ungu, uji skrining fitokimia, uji Candida a., uji mutu sabun, uji AFM dan uji stabilitas warna.

“Keterbaruan riset ini diharapkan dapat menjadi referensi atau acuan untuk penggunaan daun ungu sebagai alternatif  bahan pembersih gigi tiruan dalam perawatan dan pencegahan denture stomatitis bagi pengguna gigi tiruan,” ujar Nimas sebagai ketua tim.

Tim tidak hanya berfokus pada potensi antijamur atau penghambatan pertumbuhan Candida albicans. Melainkan, pengaruh sifat fisik dan kimia dari sabun pembersih gigi tiruan terhadap kekasaran permukaan dan stabilitas warna resin akrilik juga turut menjadi perhatian. “Penelitian ini berpotensi menjadi rujukan untuk pengembangan penelitian selanjutnya, terutama dalam mengembangkan sabun pembersih gigi tiruan yang masih belum tersedia di Indonesia,” lanjutnya.

Penulis: Tim PKM-RE FKG

Editor: Yulia Rohmawati