“Kegagalan adalah ketika kita takut untuk mencoba, bukan ketika mencoba lalu gagal”
UNAIR NEWS – Wisuda periode 245 Universitas Airlangga menjadi momen yang istimewa untuk Firdausia Rose Chalida. Ia berhasil terpilih sebagai wisudawan berprestasi mewakili Fakultas Perikanan dan Kelautan. Wisudawan yang memiliki nama sapaan Chalida itu bercerita bahwa perjalanan empat tahun di bangku kuliah menjadi pengalaman yang berharga baginya hingga ia mampu mencapai karier impian.
Saat masa awal perkuliahan menjadi mahasiswa Akuakultur, Chalida mengaku sempat menemui berbagai tantangan. Ia terpaksa menjalani pembelajaran secara daring akibat pandemi COVID-19. Baru ketika menginjak semester lima, ia merasakan perkuliahan secara luring di kampus. Kendati begitu, Chalida berusaha untuk tetap aktif mengikuti perlombaan.
Salah satunya ia pernah meraih juara pertama dalam lomba inovasi International Agriculture Technology Paper and Poster Competition pada 2023 lalu. Chalida dan tim saat itu mengangkat soal peranan fitoplankton untuk mengurangi emisi karbon. “Inovasi soal taman modern di tengah kota yang bisa mengurangi karbon. Aku anak perikanan jadi mikir apa ya yang bisa dikaitkan dengan itu. Ternyata saat kita riset fitoplankton di laut itu dapat menghasilkan oksigen yang paling tinggi,” paparnya.
Pengalaman Mengikuti MSIB
Pengalaman lain yang berharga selama kuliah bagi Chalida adalah kesempatan untuk mengikuti Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Melalui program itu, Chalida bisa merasakan pengalaman sebagai staf riset di PT Suri Tani Pemuka milik anak perusahaan JAPFA. “Belajar perikanan yang expert yang aku ngga mendapatkan itu di perkuliahan. Praktiknya benar-benar beda,” ungkapnya.
Di semester terakhir studinya, Chalida juga berhasil diterima untuk kedua kalinya dalam program MSIB. Kali ini ia lolos di posisi penyuluh perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. “Kita mengurus beberapa kelompok budidaya ikan di Surabaya. Jadi kita sharing-sharing ilmu terus ngasih saran dan masukkan ke mereka,” kata Chalida
Sebagai anak perempuan pertama, Chalida merasa memiliki tanggung jawab lebih dalam mengurus diri dan keluarga. Kini, ia telah mendapat pekerjaan sebagai technical support fish. Berawal dari belajar di program studi yang banyak orang remehkan, Chalida membuktikan bahwa ia dapat tetap berprestasi dan meraih karier impian.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





