UNAIR NEWS – Komunitas Airlangga Safe Space (ASAP) yang dinaungi oleh Departemen Branding, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Airlangga (UNAIR), menggelar webinar dengan tema Past Patterns, Present Bonds: The Power of Attachment in Adult Life. Acara tersebut terselenggara secara daring pada Sabtu (28/6/2025). Tema yang dibahas kali ini merupakan salah satu dari bentuk evaluasi yang paling banyak di minta setelah webinar sebelumnya. Adanya komunitas ini harapannya mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat luas khususnya bidang kesehatan mental.
Memahami Ikatan Emosional
Dr Wiwin Hendriani S Psi M Si selaku pembicara menjelaskan bahwa ikatan emosional dapat dikelola dengan belajar dan berkomitmen untuk melakukannya. Ia juga memberitahukan bahwa sebuah ikatan bukanlah takdir dan semua bisa diubah.
“Dari sini kita sebenarnya bisa mengelola ikatan tersebut dengan tiga hal yang membantu. Yakni refleksi diri, belajar mengelola emosi negatif dengan lebih tepat, kemudian belajar menumbuhkan hubungan aman. Dan jika diperlukan dapat mengikuti terapi dengan bantuan profesional,” jelasnya.
Pola Umum
Beberapa tipe awal, pola umum dan langkah transformasi secara langsung disampaikan oleh Dr Wiwin. Bahwasanya terdapat tiga tipe awal yaitu avoidant, anxious, dan disorganized. Ketiganya mempunyai perbedaan dalam beberapa hal.
“Tipe avoidant dengan pola enggan bergantung pada orang lain langkah transformasinya belajar menerima dukungan tanpa bersalah. Tipe anxious dengan pola takut ditolak dan cemas ditinggalkan, langkah transformasinya membangun harga diri tanpa tergantung orang lain. Terakhir tipe disorganized dengan pola tidak konsisten, langkah transformasi dengan melatih stabilitas emosi,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada peserta bahwa perlu diingat perubahan gaya ikatan merupakan proses yang membutuhkan waktu. Apalagi dari beberapa tipe ikatan yang disertai dengan pola umum. Sehingga langkah transformasi sangat dibutuhkan sebagai tujuan jangka panjang.
“Pesan bagi semuanya bahwa gaya ikatan ini bukan sesuatu yang instan. Butuh waktu dan konsistensi usaha sehingga kita tidak bisa memilih bagaimana kita dibentuk, tetapi kita bisa memilih bagaimana kita menyembuhkan,” pesannya
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Yulia Rohmawati





