UNAIR NEWS – Masyarakat Indonesia baru saja disuguhi dengan pertunjukkan langit yang sangat luar biasa. Salah satu tanda keagungan Sang Pencipta. Fenomena langit yang langka terjadi. Fenomena gerhana bulan total yang diberi nama “Super Blue Blood Moon” itu bisa disaksikan di seluruh wilayah di Indonesia.
Banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menyambut fenomena langka itu. Bagi sebagian muslim salat gerhana di berbagai masjid secara serempak dilaksanakan usai salat isya. Selain itu, menyaksikan gerhana bulan total dengan mata telanjang ataupun melalui alat bantu secara bersama-sama juga turut dilakukan. Tak terkecuali warga Universitas Airlangga.
Bertempat di Masjid Ulul Azmi Kampus C UNAIR, warga UNAIR menggelar salat gerhana yang termasuk salah satu salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Salat gerhana tersebut dilakukan selepas salat isya sekitar pukul 19.40 WIB. Sebelum salat gerhana dilakukan, jamaah terlebih dahulu mendapatkan penjelasan dari Ustaz Nuruddin, S.H., sebagai imam tentang tata cara salat gerhana.
“Terdapat perbedaan gerakan dalam pelaksanaan salat gerhana dari pada salat biasanya” terangnya. “Pada salat gerhana yang terdiri atas 2 rakaat. Di setiap rakaatnya dilakukan 2 kali pengulangan gerakan ruku’ dan 2 kali pembacaan surat al-Fatihah dan surat lain setelahnya,” imbuhnya
Salat gerhana yang dihadiri oleh civitas akademika UNAIR, warga sekitar kampus, dan Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA., itu dilanjutkan dengan khutbah. Pada khutbah salat gerhana itu diambil tema tentang hikmah gerhana bulan yang dipimpin oleh Ustaz Rahmat Ihya’ S.Ag., M.IP.
“Terdapat banyak asumsi sebelum datangnya Islam tentang apa yang terjadi ketika gerhana bulan muncul. Mulai dari kepercayaan di cina tentang hadirnya naga dan kepercayaan di Indonesia dengan raksasa bertama Buto Ijo yang mencengkeram bulan,” jelasnya.
Ustaz Rahmat menerangkan bahwa bagi muslim terdapat nilai lebih dari sekedar keindahan dengan hadirnya gerhana bulan. Nilai lebih itu termuat dari hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, ada empat amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat terjadi gerhana.
“Empat amalan tersebut adalah memperbanyak pujian untuk mengingat Allah SWT, keluarkan sedekah terbaikmu, melakukan salat gerhana, dan dengarkan khutbah setelahnya,” jelas Ustaz Rahmat dalam khutbahnya.
Penulis : Hilmi Putra Pradana
Editor: Nuri Hermawan





