UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi S-1 Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga menyelenggarakan seminar “Perjuangan Kartini dan Emansipasi Pendidikan Kaum Perempuan”, Rabu (10/5). Seminar yang diselenggarakan di Aula Soetandyo tersebut dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Sebelum seminar tersebut dimulai, tiga mahasiswa Antropologi tahun angkatan 2015 memaparkan mini riset. Mereka adalah Treesya, Dian Firda, dan Afiarta. Mereka menyampaikan hasil riset tentang pendidikan perempuan mahasiswa di antaranya nilai indeks prestasi kumulatif, dan keaktifan organisasi.
Narasumber seminar, Dr. Pinky Saptandari, menjelaskan kepiawaian pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini dalam menulis dan berkorespondensi tak mungkin dimiliki tanpa pengalaman membaca yang luas.
“Jadi, para mahasiswa tidak akan bisa menulis kalau kalian tidak membaca terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain Pinky, ada Iva Hasanah pegiat sekolah perempuan pada Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan Jawa Timur, yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Iva mengatakan, kajian-kajian tentang perempuan berbeda dengan isu-isu umum. “Sehingga untuk memgkaji isu perempuan diperlukan kacamata perspektif gender,” ujar Iva.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Prodi S-1 Antropologi Tri Joko Sri Haryono, M.Si juga memberikan sambutan. “Dari Kartini, ada banyak hal yang bisa kita dapat, misalnya tentang menulis. Maka, jadilah pena karena kekuatan pena sungguh luar biasa, seperti apa yang dilakukan oleh Kartini,” ungkapnya.
Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S





