Universitas Airlangga Official Website

Mencetak Generasi Emas Muslim, UKMKI Ajak Maba UNAIR Junjung Tinggi Nilai Moralitas

UNAIR NEWS – Sebagai bagian dari mencetak generasi emas muslim, UKMKI UNAIR mengadakan kegiatan sekaligus menyambut mahasiswa baru UNAIR dalam Grand Opening Gen Exmo 2023. Kegiatan dengan tema Mencetak Generasi Emas Muslim Airlangga Menuju Era Society 5.0 berlangsung pada Sabtu (2/9/2023).

Meluruskan Niat

Ustadz Afri Andiarto SM MM sebagai pemateri kegiatan menyampaikan pentingnya meluruskan niat dalam mengikuti kegiatan. Menurutnya, niat dapat menentukan hasil dari mengikuti suatu kegiatan. Ketika mahasiswa memiliki niat yang benar, dia akan sedikit berkeluh kesah.

“Tetapi ketika orang menjadikan tujuannya adalah suatu yang sifatnya bernilai jangka pendek saja, dia akan berkeluh kesah, dia mudah frustasi. Betapa besar pengaruh niat,” ujar Ustadz Afri.

Ustadz Afri menyampaikan cara menjaga niat tergantung dari seberapa besar tujuan tersebut. Menurutnya, semakin besar niat seseorang, semakin besar pula semangat dalam meraih suatu tujuan. Dia menyarankan agar mahasiswa memiliki niat atau tujuan besar dalam kehidupannya. Hal itu membuat mereka akan melalui semua proses yang sifatnya terlalu kecil.

“Apa yang terlalu kecil? Ya itu tadi, sebatas ijazah, itu kecil di hadapan Allah. Untuk proses 4 tahun, eman kalau tujuannya cuman itu. Tetapi ketika teman-teman menargetkan kemanfaatan dan ilmu, ijazah pasti dapat,” ucapnya.

Cetak Para Pemimpin

Founder Robwah Foundation itu mengatakan bahwa mengikuti organisasi UKMKI atau SKI yang terdapat di masing-masing fakultas sudah menjadi bagian dalam meningkatkan nilai diri. Contohnya seperti Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih.

“Para pemimpin kita yang ada di rektorat itu, mulai dari rektor, wakil rektor, dan lain-lain, mereka semua adalah alumni UKMKI. Pak Rektor itu, Prof Nasih itu, beliau dulu tidur di sini, bukan hanya sebagai aktivis,” ucap Ustadz Afri.

Ustadz Afri memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang rela mengikuti kegiatan di masjid seperti kajian. Kegiatan seperti itu tidak memiliki konsekuensi jika tidak hadir dan tidak diwajibkan. Berbeda dengan mata kuliah PDB seperti Agama Islam yang wajib mengikuti.

“Artinya teman-teman kan boleh saja ikut UKM yang lain, kenapa memilih UKMKI? Bukanlah sebuah kebetulan, semuanya perencanaan yang indah dari Allah,” kata Ustadz Afri.

Pembina Mahasiswa Masjid Ulul Azmi UNAIR itu juga mengatakan bahwa terdapat tiga cara dakwah yang paling efektif di UNAIR. Ketiga itu adalah menjadi mahasiswa berprestasi, mahasiswa teladan, dan mahasiswa yang memberikan pengaruh terhadap mahasiswa lain.

“Menjadi ketua BEM itu anak UKMKI. Mahasiswa berprestasi UNAIR, anak UKMKI. Itu dakwah yang paling efektif. Karena teman-teman menjadi teladan,” ujarnya.

Ketika Lulusan Pondok Pesantren Masuk UNAIR

Ustadz Afri bercerita bahwa banyak sekali lulusan pondok pesantren yang menjadi mahasiswa UNAIR. Permasalahannya adalah ketika mereka belum terbiasa dengan lingkungan kampus yang serba bebas. Berbeda dengan lingkungan pondok pesantren yang ketat.

Dia berpendapat agar mahasiswa tidak perlu takut jika menghadapi kondisi tersebut. Justru jadikan kondisi tersebut untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan di lingkungan sekitar. (*)

Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani

Editor: Binti Q. Masruroh