Universitas Airlangga Official Website

Mengejar Lailatul Qadr, Kemuliaan yang Melebihi Seribu Bulan

Narasumber saat sedang menjelaskan materi tentang Malam Lailatul (Foto: Istimewa)
Narasumber saat sedang menjelaskan materi tentang Malam Lailatul (Foto: Istimewa)

UNAIRNEWS – Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, apalagi ketika memasuki seminggu terakhir sebelum berakhir bulan ramadan. Pada saat inilah momen-momen bagi umat muslim berlomba-lomba dalam beribadah untuk mengejar malam-malam terakhir penuh keberkahan dengan beribadah pada malam Lailatul Qadr. 

Afri Andiarto SM MM selaku narasumber pada kajian Rabu (11/3/2026) di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C UNAIR dengan mengusung tema Menyambut Malam Penuh Kemuliaan: Lailatul Qadr. Ia menyebut nama Lailatul Qadr memiliki arti sendiri yaitu Lailatul yang berarti malam, dan ‘Qadr’ berarti kemuliaan. Segala ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadr akan dihitung dan dilipat gandakan pahalanya.

“Allah akan meninggikan kedudukan atau jabatan seseorang, meskipun sebelumnya orang tersebut tidak mempunyai apa-apa karena Ia menjalankan ibadah Lailatul Qadr,” ujar Afri. 

Oleh karena itu, sambungnya, penting pada bulan Ramadan tidak hanya berpuasa saja, tetapi juga melakukan amal ibadah lain seperti mengikuti pengajian dan salat malam. “Sesungguhnya kita ini bisa untuk bangun dan mengerjakan salat malam, buktinya saat kalian amerta dulu, ada bisa bangun sampai subuh-subuh. Itu semua karena apa? karena ada niatnya,” tambahnya. 

Afri menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadr sangatlah istimewa karena amal ibadah yang dikerjakan lebih baik daripada seribu bulan. Dulu, Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang panjang lalu beliau merasa umur umatnya yang terlalu pendek. Rasulullah khawatir umatnya tidak mampu untuk mencapai pahala yang telah dicapai oleh umat-umat terdahulu. Maka, Allah akhirnya memberikan Lailatul Qadr yang keutamaannya lebih baik daripada seribu bulan. 

Namun, Allah tidak memberitahu secara spesifik dan tepat kapan malam Lailatul Qadr. Ia hanya menyebutkan malam mulia ini hanya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan. Hal ini bukanlah tanpa sebab dan sudah diatur sedemikian baik oleh Allah. 

“Bayangkan jika Allah memberitahu secara spesifik kapan dilaksanakannya malam Lailatul Qadr, pasti seluruh umat muslim akan berbondong-bondong untuk beribadah. Masjid-masjid di seluruh dunia akan penuh ketika mengetahui malam itu. Orang-orang hanya akan fokus pada malam itu dan melalaikan hari lain sehingga besoknya masjid akan sepi dan lebih sedikit orang untuk beribadah di hari lain,” jelas Afri. 

Afri juga menjelaskan bahwa manusia yang tidak luput dari dosa akan mendapatkan dosa yang setara dengan seribu bulan. Allah juga ingin melihat hambanya bersungguh-sungguh dalam beribadah bagi yang berusaha meraihnya tanpa menunggu hari-hari spesial. 

“Maka dari itu yang harus dilakukan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr dapat dilakukan dengan salat berjamaah, salat malam, beritikad, membaca Al-Quran, Berdo’a, bersedekah, dan amalan-amalan baik lainnya,” tutup Afri.

Penulis : Fauziah Kandela 

Editor : Khefti Al Mawalia