Universitas Airlangga Official Website

Mengenal Kompensasi dan Benefit, Strategi Tingkatkan Kinerja SDM Perusahaan

Sesi pembukaan materi oleh Edi Priyanto SKM MM Melalui ZOOM Meeting (Foto: Tangkapan Layar ZOOM Meeting)

UNAIR NEWSSekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar kuliah tamu pada Senin (1/5/2023). Kuliah tamu bertajuk Implementasi Strategi Kompensasi itu turut menghadirkan Edi Priyanto SKM MM, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pelindo Terminal Petikemas. Kuliah tamu itu membahas strategi meningkatkan kinerja SDM sebuah perusahaan.

Edi menjelaskan, kompensasi merupakan pembayaran secara tunai (langsung) maupun tidak langsung dalam bentuk tunjangan dan insentif dengan tujuan memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

Di samping kompensasi, kata Edi, terdapat pula benefit bagi para pekerja perusahaan. Benefit adalah suatu bentuk pemberian manfaat tambahan dari perusahaan pada pekerjanya yang bersifat nontunai dengan tujuan menunjang kesejahteraan karyawan.

Strategi SDM

Edi menuturkan bahwa kompensasi berperan dalam mendorong perbaikan kualitas SDM suatu perusahaan maupun organisasi.

“Kompensasi itu ujungnya, ya, untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas, membuat orang yang awalnya kurang bagus kinerjanya kemudian menjadi bagus. Itu kan, juga bagian dari peran SDM,” ujar Edi.

Sebagai suatu strategi, pemberian kompensasi dan benefit memiliki beberapa tujuan khusus, seperti membantu mendapatkan sekaligus mempertahankan kinerja karyawan yang outstanding, serta menjadi penjamin keadilan di suatu perusahaan, termasuk keadilan dalam pengeluaran biaya untuk karyawan.

Lebih lanjut, Edi menilai, kompensasi dan benefit tidak hanya sebagai sebuah strategi peningkatan SDM. Akan tetapi, pemberian kompensasi dan benefit menjadi bagian dari peningkatan taraf kebahagiaan karyawan dengan cara memberikan fasilitas dan dukungan secara material maupun nonmaterial.

“Kompensasi itu bagaimana kita menyediakan tempat yang memadai juga dukungan bagi karyawan. Misalnya saja, pemberian jam kerja yang fleksibel, pemberian hak cuti, keterlibatan karyawan dalam menentukan suatu ide untuk perusahaan, itu semuanya juga termasuk kompensasi, tidak hanya sekadar uang saja,” terangnya.

Penyusunan Struktur Kompensasi dan Benefit

Dalam menyusun struktur kompensasi dan benefit, terdapat beberapa tahapan khusus. Edi menguraikan setidaknya terdapat empat tahapan. Pertama, melakukan analisis pekerjaan. Dalam hal ini, analisis pekerjaan menggambarkan konten atau tugas pekerjaan, persyaratan pekerja, spesifikasi pekerja, dan konteks pekerjaan atau kondisi kerja.

Kedua, melakukan evaluasi pekerjaan, yaitu proses menilai dan menganalisis suatu jabatan secara sistematis dengan tujuan mengetahui bobot kinerja karyawan.

Ketiga, melakukan survei kompensasi dengan tujuan mendapatkan pandangan realistis dari karyawan terhadap praktik kerja, fasilitas, hingga sistem pembayaran.

Setelah ketiga tahapan itu dijalankan, maka tahapan terakhir adalah menyusun struktur kompensasi.

Setelah melakukan penyusunan struktur, tahapan selanjutnya yang penting adalah mengimplementasikan kompensasi dan benefit pada karyawan. Namun, apakah implementasi tersebut selalu efektif?

Edi membagikan beberapa tips agar implementasi kompensasi dan benefit. Pertama, perusahaan harus mengembangkan dan menerapkan manajemen kinerja yang baik dan smart. Kedua, melatih atasan agar memberikan penilaian kinerja secara objektif sekaligus memberikan feedback yang fair bagi bawahan.

Ketiga, menyusun sistem kompensasi yang mampu memberi motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Dan yang terakhir, pemberian dan pengelolaan kompensasi harus sejalan dengan kinerja.

“Jangan sampai kinerja menurun tetapi kompensasi tetap. Itu sangat tidak disarankan dalam pengelolaan SDM,” imbuh Edi. (*)

Penulis: Yulia Rohmawati

Editor: Binti Q. Masruroh