“Push yourself to your limit until you can get whatever you want”
UNAIR NEWS – Di balik gelar Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga periode 243 tahun 2024, tersimpan kisah inspiratif seorang Ernestina Dewi. Gadis asal Surabaya ini berhasil menggapai prestasi gemilang dengan meraih IPK 3,95 dari Program Studi S1 Manajemen. Ia membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras dapat mengantarkan seseorang menuju puncak keberhasilan.
Ernest bukanlah sosok yang asing dengan tantangan. Selama masa studinya, ia aktif di berbagai kegiatan kampus sambil tetap mempertahankan prestasi akademiknya yang cemerlang. Menjabat sebagai sekretaris Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM FEB UNAIR) selama dua periode. Erenst terlibat dalam belasan kepanitiaan yang diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa. Ia juga pernah menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Statistika Bisnis 1.
“Tantangan terbesar saya adalah manajemen waktu, sebelum menjadi mahasiswa, saya hanya bisa fokus mengerjakan satu hal saja. Namun, semenjak masuk kuliah, saya harus belajar keluar dari zona nyaman dan mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.” ungkapnya.
Tips
Ernest berbagi tips berharga untuk menyeimbangkan waktu antara kuliah dan kesibukan lainnya. Pertama, ia selalu membuat skala prioritas. Jika ada kegiatan kuliah yang bertabrakan dengan kegiatan organisasi atau kepanitiaan, ia memilih untuk mengutamakan kuliah.
Selain itu, Ernest juga selalu memanfaatkan akhir pekan untuk menyelesaikan tugas-tugas seminggu ke depan. “Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk berdoa dan bersyukur. Sekeras apapun usaha kita, kita harus tetap menyandarkan hasilnya pada Tuhan,” tambahnya.
Ernest selalu berusaha mempertahankan nilainya. Ketika indeks nilainya di UNAIR meningkat, ia bekerja lebih keras untuk mempertahankan nilai yang sudah diraih pada semester sebelumnya. Ernest juga bercerita bahwa salah satu momen berkesan selama masa kuliah adalah saat ia berhasil menyelesaikan konsentrasi Manajemen Keuangan yang dikenal sulit dan penuh dengan materi perhitungan.
Menatap masa depan, Ernest tak berhenti bermimpi. Ia berencana untuk mengejar karier dan mengembangkan skillnya lebih lanjut. “Saya juga berencana untuk melanjutkan studi S2 untuk mengeksplor dan belajar lebih lanjut mengenai ilmu yang sudah saya dapatkan,” tutupnya.
Penulis: Rosali Elvira
Editor: Edwin fatahuddin





