UNAIR NEWS – Empat mahasiswa jurusan biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, dalam inovasi penelitiannya berhasil membuktikan bahwa dengan mengonsumsi jus stroberi secara rutin dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes secara signifikan. Hal itu diketahui melalui uji pada hewan mencit. Konsumsi jus stroberi merupakan alternatif bagi pengobatan penyakit diabetes mellitus (DM) yang sangat mahal.
Empat orang mahasiswa UNAIR tersebut adalah Dwiyana Indah Safitri (17) Ketua Kelompok penelitian, Eka Kartika Arum Puspita Sari (18), Daulah Iftitah (18), dan Nabilatun Nisa (21). Hasil penelitian yang dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) berjudul “Manfaat Anti Oksidan Buah Stroberi (Fragaria sp.) Sebagai Obat Diabetes Mellitus Pada Mencit (Mus musculus)”. Dinilai prospektif, sehingga lolos penilaian Dirjen Dikti dan berhak atas dana hibah penelitian Kemenristekdiktik program PKM tahun 2017.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2013 diperkirakan penduduk Indonesia penyandang DM mencapai 16,5 juta. Diperkirakan pada tahun 2030 nanti di Indonesia terdapat sekitar 25 juta penyandang DM. Saat ini Indonesia menempati urutan keempat jumlah penderita DM terbesar di dunia setelah AS, India, dan Cina.
DM merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikurangi dan dikontrol kadar gula darahnya. Selain itu juga bisa dicegah. Jika tidak diobati, penyakit DM ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah, misalnya penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, gangguan otak, dll.
Karena biaya pengobatan DM yang relatif mahal, maka dibutuhkan pengobatan alternatif yang lebih terjangkau, namun tetap tepat sasaran, yaitu dapat mengontrol atau menurunkan kadar gula darah bagi penderitanya secara signifikan. Dalam sebuah jurnal yang dimuat di British Journal of Nutrition (2010) disebutkan bahwa konsumsi buah-buahan berries (termasuk stroberi) memiliki respon sangat baik untuk menurunkan kadar glukosa.

Di bawah bimbingan dosennya, Drs. Saikhu Akhmad Husen, M.Kes., keempat mahasiswa ini mencoba meneliti manfaat buah stroberi yang mengandung flavonoid alami, yaitu fisetin (3,3’,4’7 Tetrahydroxyflavone). Fisetin ini dapat mencegah terjadinya komplikasi pada penderita DM. Untuk menguji manfaat fisetin, buah stroberi diujikan pada hewan mencit.
”Kami mencoba memberikan pengobatan alternatif bagi penderita diabetes mellitus karena obat bagi penderita ini tergolong sangat mahal, sehingga banyak masyarakat penderita DM yang tidak sanggup membeli obat atau melakukan pengobatan,” ujar Dwiyana Indah Safitri, ketua kelompok Tim PKM ini.
Buah stroberi dibuat menjadi jus, dimaksudkan agar lebih mudah dikonsumsi. Kemudian jus stroberi diinduksi pada mencit untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penurunan kadar gula darah. Kadar gula darah saat diabetes dan setelah diinduksi jus stroberi ini diukur untuk mengetahui perubahannya.
Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan software komputer untuk mengetahui perbedaan serta korelasi antara masing-masing data yang diperoleh. Analisis statistik meliputi normalitas menggunakan uji Kolmogrov Smirnov. Kemudian data diuji homogenits-nya dengan uji Lavene. Jika data berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05) selanjutnya data diuji dengan one Way ANOVA (α = 0,05) untuk mengetahui pengaruh kelompok perlakuan. Hasil menunjukkan pengaruh yang nyata (p < 0,05) maka dilanjutkan uji Duncan (α = 0,05) untuk mengetahui beda pengaruh antar kelompok perlakuan.
Hasil analisis menunjukkan jus stroberi yang diinduksi pada hewan uji (mencit) memiliki data yang homogen dan terdistribusi normal. Hal itu membuktikan bahwa mengonsumsi jus stroberi secara rutin dapat menurunkan kadar gula darah dan menaikkan berat badan penderita diabetes. Sehingga jus stroberi yang harganya relatif murah dapat digunakan sebagai obat alternatif penderita diabetes menggantikan obat diabetes yang sangat mahal. (*)
Editor: Bambang Bes





